NAWACITAPOST.COM - Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan akan mengaktifkan kembali jalur kereta api Rangkasbitung-Pandeglang di Banten. Rencana reaktivasi ini diawali dengan penertiban lahan dan pengamanan aset yang ditargetkan berlangsung tahun ini hingga tahun depan.
Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Jakarta, Ferdian Suryo Adhi Pramono, menyatakan bahwa sejumlah lahan milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) kini telah beralih fungsi menjadi halaman warga, sekolah, hingga masjid. Oleh karena itu, penggunaan lahan akan dikaji lebih dulu sebelum dilakukan penertiban.
Reaktivasi jalur ini mendapat respons positif dari pemerintah daerah dan masyarakat setempat. Menurut Ferdian, dengan adanya dukungan tersebut, diharapkan tidak ada penolakan meskipun secara kepemilikan lahan tetap berada di bawah PT KAI.
"Reaktivasi ini disambut baik oleh pemerintah daerah dan masyarakat setempat. Kalau melihat respons tersebut kami asumsikan harusnya masyarakat tidak menolak meskipun secara aset (lahan) milik KAI," tuturnya.
Target utama proyek ini adalah mengoperasikan kembali jalur Rangkasbitung-Pandeglang pada tahun 2029. Meski begitu, Ferdian tidak merinci kapan penertiban lahan akan dimulai. Ia menegaskan bahwa pihaknya akan memprioritaskan kajian dan pendekatan kepada masyarakat agar proses ini berjalan lancar.
Terdapat 13 tempat pemberhentian yang berstatus sebagai stasiun dan halte di jalur tersebut. Namun, dalam tahap awal reaktivasi, pembangunan hanya akan difokuskan pada dua stasiun, yaitu Stasiun Warunggunung dan Stasiun Pandeglang. Kajian mengenai efektivitas jumlah pemberhentian lainnya masih dilakukan.
"Terkait 13 tempat pemberhentian masuk dalam kajian kami tahun ini. Apakah secara efektivitas 13 stasiun akan dibangun atau tidak, yang jelas yang akan dibangun kembali Stasiun Warunggunung dan Stasiun Pandeglang," kata Ferdian.
Jalur yang akan diaktifkan kembali ini merupakan jalur lama peninggalan kolonial Belanda. Ferdian mengakui adanya sejumlah bangunan yang kini berdiri di atas lahan KAI, termasuk halaman rumah dan fasilitas umum yang dibangun oleh tokoh setempat. Untuk menghindari konflik, opsi penyesuaian trase akan dipertimbangkan jika diperlukan.
Baca Juga: Ignasius Jonan Jalani Operasi 4-Bypass Jantung di Singapura
Dalam operasionalnya nanti, jalur ini akan menggunakan kereta diesel. Saat ini, ketersediaan unit kereta masih dalam tahap pembahasan antara Kementerian Perhubungan dan PT KAI. Reaktivasi ini juga didukung oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), yang merekomendasikan agar jalur tersebut sudah bisa beroperasi pada tahun 2029.
Untuk merealisasikan proyek ini, Kementerian Perhubungan dan PT KAI akan menandatangani nota kesepahaman (MoU) sebagai bentuk komitmen dalam pengadaan sarana transportasi. Dengan adanya reaktivasi ini, diharapkan konektivitas transportasi di wilayah Banten semakin meningkat dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.