NAWACITAPOST.COM - Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Gunungsitoli 2025-2029 telah memasuki tahap akhir perhitungan suara. Berdasarkan hasil hitungan internal yang dilakukan oleh tim PDI Perjuangan, pasangan calon nomor urut 02, Sowa’a Laoli-Martinus Lase (SMART), menunjukkan keunggulan signifikan.
Dengan perolehan suara sebesar 38.339 atau 55,41%, pasangan ini mengungguli pasangan nomor urut 01, Karya Seprianus Batee-Yunius Larosa, yang meraih 30.858 suara atau 44,59%. Dalam konferensi pers yang digelar di Kantor DPC PDI Perjuangan Kota Gunungsitoli, Sowa’a Laoli mengucapkan terima kasih kepada masyarakat atas terselenggaranya Pilkada yang aman dan damai.
Didampingi Martinus Lase, Ketua Tim Pemenangan Yanto, serta Penasehat Tim Pemenangan, Sowa’a menyatakan bahwa hasil ini adalah wujud kepercayaan masyarakat Gunungsitoli terhadap visi mereka.
“Kemenangan ini bukan hanya milik kami, tetapi milik seluruh masyarakat Kota Gunungsitoli. Saatnya kita bersatu kembali untuk membangun kota ini bersama-sama,” ujar Sowa’a, dikutip Jumat (28/11/2025).
Baca Juga: LSPR Institute dan SBM ITB Kolaborasi Perkuat Ekosistem Pendidikan Berbasis Inovasi
Ia juga menambahkan bahwa dominasi suara pasangan SMART di empat kecamatan, yakni Gunungsitoli, Gunungsitoli Barat, Gunungsitoli Selatan, dan Gunungsitoli Idanoi, menunjukkan dukungan luas dari berbagai lapisan masyarakat. Martinus Lase menekankan pentingnya semangat gotong royong dalam membangun Kota Gunungsitoli ke depan.
“Kami menyadari bahwa tantangan besar ada di depan. Gunungsitoli masih memiliki banyak pekerjaan rumah, dan kami yakin bahwa dengan persatuan, kita bisa membawa perubahan nyata,” katanya.
Sementara itu, Ketua KPU Gunungsitoli, Cardinal P. Mendrofa, menyatakan proses rekapitulasi suara masih berlangsung. Ia mengharapkan hasil akhir bisa diumumkan pada awal pekan depan setelah rampungnya perhitungan di tingkat kecamatan.
“Saat ini masih rekapitulasi di jajaran desa dan kecamatan. Mungkin Senin atau Selasa depan rekapitulasi di tingkat KPU, sekaligus kita publikasi perolehan suara ke publik dan media massa,” ungkap Cardinal.
Baca Juga: LSPR Institute 2024 Wisuda 1425 Mahasiswa, Ada Empat Atlet Berprestasi Nasional dan Internasional
Selain Kota Gunungsitoli, Pilkada serentak juga dilaksanakan di empat kabupaten lain di Kepulauan Nias, yaitu Nias, Nias Selatan, Nias Barat, dan Nias Utara. Di Kabupaten Nias, pasangan nomor urut 01, Yaatulo Gulo-Arota Lase, memimpin dengan 45.387 suara (77,5%), sementara pesaing mereka, Alinuru Laoli-Faozanolo Zai, hanya memperoleh 11.468 suara (19,6%).
Kabupaten Nias Selatan menjadi ajang persaingan sengit dengan empat pasangan calon. Pasangan nomor urut 01, Sokhiatulo Laia-Yusuf Nache, sementara unggul dengan 53.916 suara (48,52%), diikuti oleh Fajarius Laia-Sifaoita Buulolo dengan 27.415 suara (24,67%).
Di Nias Barat, pasangan Eliyunus Waruwu-Sozisokhi Hia unggul tipis dengan 20.459 suara (53,55%) dibandingkan Khenoki Waruwu-Sabahati Gulo yang memperoleh 17.825 suara (46,45%). Di Nias Utara, pasangan Amizaro Waruwu-Yusman Zega mendominasi dengan 47.434 suara (80,68%), mengalahkan kotak kosong yang hanya memperoleh 11.352 suara (19,32%).
Pilkada serentak ini menandai momentum penting bagi Kepulauan Nias. Dengan keunggulan pasangan-pasangan yang memiliki visi progresif, harapan besar tertuju pada percepatan pembangunan di wilayah ini. Baik di Kota Gunungsitoli maupun kabupaten lain, masyarakat menantikan pemimpin yang mampu membawa perubahan nyata untuk meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup di Kepulauan Nias.