nasional

Pemerintah Alokasikan Rp 15 Triliun untuk Cetak Sawah, Target Swasembada Pangan 2028  

Jumat, 1 November 2024 | 09:12 WIB
Pemerintah ingin mencetak sawah baru. (X)

NAWACITAPOST.COM – Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengungkapkan komitmen kuat pemerintah untuk mencapai swasembada pangan pada 2028. Upaya ini termasuk pengalokasian dana yang signifikan senilai Rp 15 triliun untuk mencetak sawah baru pada 2025.

Dana tersebut akan dikelola Kementerian Pertanian guna memenuhi target swasembada pangan yang diusung oleh Presiden Prabowo Subianto. Zulhas menjelaskan bahwa alokasi tersebut bertujuan mencetak 150.000 hektar lahan sawah baru dan meningkatkan intensifikasi sawah sebesar 80.000 hektar.

"Totalnya Rp 15 triliun. Cetak sawah atau ekstensifikasi 150 ribu hektar dan intensifikasi 80.000 hektar," ujarnya, dikutip Kamis (31/10/2024)..

Lebih lanjut, Zulhas menyebutkan bahwa pemerintah menganggarkan total Rp 139,4 triliun untuk berbagai program ketahanan pangan yang mencakup sejumlah kementerian. Dana tersebut akan dialokasikan untuk proyek-proyek strategis, seperti distribusi pupuk, pembangunan bendungan dan irigasi, hingga program peningkatan gizi nasional.

Baca Juga: Pendapatan Garuda Indonesia Naik, Tapi Rugi Catat Rugi Rp 2 Triliun pada Kuartal III/2024

Anggaran ketahanan pangan tahun 2025 sebesar Rp 139,4 triliun, tersebar ke sejumlah kementerian dan lembaga, jelasnya. Kementerian BUMN, misalnya, mendapatkan anggaran sekitar Rp 44 triliun untuk mendukung distribusi pupuk kepada petani.

Sementara itu, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan bertanggung jawab atas pembangunan bendungan dan infrastruktur irigasi. Namun, Zulhas tidak mengungkapkan besaran dana yang dialokasikan ke kementerian ini.

Program ketahanan pangan juga melibatkan Kementerian Desa dengan alokasi dana Rp 16,25 triliun untuk memperkuat ketahanan pangan di desa-desa. Kami akan memastikan seluruh anggaran ini terarah dan terintegrasi agar target swasembada pangan dapat terealisasi, tambah Zulhas.

“Nah ini kami akan koordinasikan, nanti outputnya apa, apa yang akan dikerjakan, harus betul-betul bisa terintegrasi, terarah, sehingga target yang kita ingin capai, swasembada pangan itu betul-betul bisa kita realisasikan,” tutur Zulhas.

Baca Juga: Diduga Rugikan Negara Rp 400 Miliar, Tom Lembong Resmi Ditahan

Selain fokus pada produksi pangan, pemerintah berkomitmen meningkatkan pemenuhan gizi masyarakat melalui Badan Gizi Nasional yang akan menerima anggaran sebesar Rp 71 triliun. Dana ini mencakup Rp 63,3 triliun untuk pemenuhan gizi dan Rp 7,4 triliun untuk dukungan manajemen. Program ini menjadi salah satu upaya besar dalam mengurangi stunting dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia.

“Program pemenuhan gizi nasional itu ada Rp 63,356 triliun. Tapi juga ada dukungan manajemennya, itu Rp 7,433 triliun,” kata Zulhas.

Wakil Menteri Keuangan, Anggito Abimanyu, menambahkan bahwa pemerintah berencana membangun tiga juta hektar sawah baru sebagai langkah menuju swasembada beras. Program ini akan dimulai secara bertahap dengan target satu juta hektar terlebih dahulu, dan anggarannya sedang disiapkan oleh Kementerian Keuangan.

"Kalau kita bangun 3 juta, maka Indonesia akan menjadi penghasil beras terbesar di dunia. Tapi step by step lah, 1 juta dulu, kami akan siapkan anggarannya. Kemudian 3 juta," ujarnya

Halaman:

Tags

Terkini