NAWACITAPOST.COM - Ketua Umum Real Estat Indonesia (REI), Joko Suranto, mengemukakan wacana pengalihan subsidi energi yang selama ini dianggap tidak tepat sasaran. Joko menjelaskan bahwa ada rencana untuk mentransformasikan subsidi bahan bakar minyak (BBM) dan gas LPG menjadi program yang lebih berdampak bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung program pembangunan perumahan.
"Kalau enggak salah nanti akan ada perubahan alokasi subsidi dari subsidi bahan bakar, subsidi LPG, subsidi bensin, subsidi gas," kata Joko, dikutip Selasa (29/10/2024).
Menurut Joko, subsidi energi yang dikucurkan pemerintah mencapai sekitar Rp 256 triliun per tahun. Namun, ia menyoroti bahwa banyak penerima subsidi, seperti mereka yang memiliki kendaraan bermotor, sebenarnya tidak termasuk dalam kategori masyarakat yang membutuhkan bantuan tersebut.
Baca Juga: Menteri Perumahan Usul Tanah Sitaan Korupsi untuk Perumahan Rakyat
"Kalau satu mobil mencapai Rp 600.000-Rp 800.000, tapi itu yang mendapatkan orang mampu karena memiliki mobil. Itu yang akan ditransformasikan," tegas Joko.
Ia mengungkapkan, subsidi yang seharusnya dinikmati oleh masyarakat kurang mampu justru jatuh ke tangan yang tidak semestinya. Rencana pengalihan subsidi ini diarahkan untuk mendukung program ambisius pemerintah, yaitu pembangunan 3 juta rumah.
Program ini mencakup pembangunan 2 juta rumah di perdesaan dan 1 juta rumah di perkotaan, sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan hunian rakyat. Menurut Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, program ini akan dilaksanakan dengan mengedepankan skema gotong royong antara pemerintah dan swasta.
“Dengan keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), kita perlu melibatkan sektor swasta dalam pembangunan rumah rakyat,” ungkap Maruarar.
Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan Bayarkan Klaim JHT Rp35,64 Triliun hingga September 2024
Lebih jauh, Maruarar juga mengajak para pengusaha untuk berkontribusi, salah satunya dengan menyumbangkan lahan untuk proyek pembangunan rumah rakyat. Ia sendiri telah menunjukkan contoh dengan menyumbangkan 2,5 hektar lahan di Tangerang.
“Motto kami adalah gotong royong membangun rumah untuk rakyat,” tambahnya.