Kamis, 4 Juni 2026

Berbeda Dengan Keputusan Partai, Ketua MPP PAN Majalengka Dukung Paslon Karna-Koko

Photo Author
Nurjayakbe, Nawacita Post
- Selasa, 29 Oktober 2024 | 12:29 WIB
Ketua Majelis Pertimbangan Partai PAN Majalengka, H. Tete Sukarsa saay diwawancara wartawan
Ketua Majelis Pertimbangan Partai PAN Majalengka, H. Tete Sukarsa saay diwawancara wartawan

Majalengka, NAWACITAPOST.COM – Berbeda dengan keputusan DPP Partai Amanat Nasional (PAN) di Pilkada Majalengka 2024, Ketua MPP PAN Majalengka beralih dukungan kepada pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Majalengka nomor urut dua Karna Sobahi-Koko Suyoko.

Ketua Majelis Pertimbangan Partai PAN Majalengka, H. Tete Sukarsa dengan tegas dirinya mengaku mendukung penuh kemenangan Paslon No 02 di Pilkada Majalengka.

Dikatakan Ketua MPP PAN, pilihan itu diambilnya bukan tanpa alasan dan pertimbangan semata, dia menjelaskan bahwa melalui proses panjang yang dilakukan sehingga yakin mendukung penuh kemenangan Karna Sobahi-Koko Suyoko.

“Kita harus berkata jujur, dari kedua Paslon baik itu HADE ataupun KK Membara, siapa yang asli orang orang partai, tentunya Karna Sobahi dan Koko Suyoko. Sementara Eman dan Dena menjadi kader partai setelah rekom pencalonan untuk maju sebagai Cabup dan Cawabup itu turun,” ungkap H.Tete Senin (28/10).

Lebih lanjut Tete mengatakan, jauh sebelumnya DPP PAN memberikan surat mandat kepada H. Eman sebagai Bakal Cabup dan Sherly sebagai bakal Cawabup untuk menjajagi dengan partai lain dalam hal ini mencari mitra koalisi.

Padahal PAN majalengka hanya butuh 0,1 persen suara agar bisa mengusung paslon. Namun hal ini tidak dilakukan, malah DPP PAN memberikan rekom bersama KIM Plus mengusung Eman – Dena.

Hal ini yang menimbulkan kekecewaan yang teramat besar bagi para kader partai PAN hingga akar rumput di seluruh Kabupaten Majalengka.

“Terus apa kami salah akhirnya bersebrangan dengan DPP,” tegasnya.

Dengan adanya sikap yang bersebrangan dengan keputusan DPP PAN, Ketua MPP PAN itu tidak mengambil pusing. Pasalnya, keputusan yang dilakukan oleh DPP sangat mencederai harapan besar kader partai besutan Amin Rais itu.

“Silakan, sanksi saja kalau berani, kalau mau jujur yang harus disanksi adalah orang orang DPP PAN yang tidak mendengar aspirasi para kader dan memberikan rekom kepada orang yang bukan berlatar partai,” Ungkapnya.

Masih dikatakan politisi PAN itu, momentum pilkada adalah hajatnya para kader serta aktivis parpol, sehingga dia menilai dari dua Paslon yang sedang kontestasi itu hanya Paslon No 02.

"Paslon yang benar benar berasal dari pengurus parpol yang pak Karna Sobahi dia sebagai ketua DPC PDIP, dan juga Koko Suyoko dia pernah ikut kontestasi Pileg tahun kemarin,” ucapnya.

Kendati demikian, lanjut H. Tete, secara komunikasi dengan kedua calon masih terjalin harmonis tanpa ada hambatan apapun.

"Secara komunikasi kita baik baik saja, baik dengan pak Eman atau pun pak Karna Sobahi," tandasnya.(Defri Ardiansyah)

Editor: Nurjayakbe

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Terkini

Musancab PDIP, Target Kembalikan 15 Kursi Dewan

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:39 WIB