Baca Juga: HIMNI Kepri Sukses Gelar Musda dan Muscab, Ajang Regenerasi dan Kebersamaan Masyarakat Nias
“Jokowi seharusnya bisa menghentikan proses ini, namun justru membiarkan,” ujar Feri.
Selain isu revisi UU dan TWK, pemerintahan Jokowi juga dikritik karena memilih pimpinan KPK yang bermasalah. Firli Bahuri, yang menjabat sebagai Ketua KPK periode 2019-2022, mundur setelah terbukti melakukan sejumlah pelanggaran kode etik, termasuk bertemu dengan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo saat KPK tengah menyelidiki kasus korupsi di Kementerian Pertanian.
Wakil Ketua KPK, Lili Pintauli Siregar, juga mundur setelah tersangkut masalah etik terkait penerimaan fasilitas dari BUMN saat menonton MotoGP di Mandalika. Sementara itu, Nurul Ghufron, Wakil Ketua KPK lainnya, mendapatkan sanksi karena diduga menyalahgunakan wewenang dalam mutasi ASN di Kementerian Pertanian.
Menteri Kabinet Jokowi yang Terjerat Korupsi
Dalam catatan ICW, ada enam menteri dan satu wakil menteri di era Jokowi yang terjerat kasus korupsi. Mereka adalah Syahrul Yasin Limpo (Menteri Pertanian), Johnny Gerard Plate (Menkominfo), Idrus Marham (Menteri Sosial), Imam Nahrawi (Menpora), Edhy Prabowo (Menteri Kelautan dan Perikanan), serta Juliari Batubara (Menteri Sosial), serta Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Wamenkum) Edward Omar Sharif Hiariej.
Kasus mereka menjadi sorotan dan menambah daftar panjang pejabat pemerintah yang terjerat kasus korupsi di bawah pemerintahan Jokowi. Diky Anandya menyebutkan bahwa jumlah menteri yang terlibat korupsi di era Jokowi merupakan yang terbanyak sejak era reformasi.
Baca Juga: Sunarso Tekankan Pentingnya Ketahanan Pangan untuk Hindari Middle Income Trap
Ini menjadi bukti bahwa upaya pemberantasan korupsi di era Jokowi tidak berjalan sesuai harapan masyarakat. Di penghujung 10 tahun pemerintahannya, Jokowi dihadapkan pada tantangan serius dalam menjaga komitmen antikorupsi yang pernah ia gaungkan.
Bila dibandingkan dengan kasus korupsi era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang sama-sama 2 periode, tentu lebih banyak di era Jokowi. Di era SBY, hanya 5 menteri yang terlibat kasus korupsi. Sementara di era Jokowi, ada 6 menteri dan 1 wamen yang terlibat kasus korupsi.