NAWACIPOST.COM - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengumumkan bahwa sebanyak 79 Warga Negara Indonesia (WNI) telah berhasil dievakuasi dari Lebanon dalam beberapa gelombang sejak bulan Agustus 2024. Proses evakuasi ini dilakukan melalui jalur darat dan laut karena keterbatasan jalur udara yang semakin sulit diakses akibat situasi keamanan yang memburuk setelah tewasnya pemimpin Hizbullah, Hasan Nasrallah, pada 27 September 2024.
Retno menjelaskan bahwa evakuasi dilakukan dalam enam gelombang berbeda. Gelombang pertama berlangsung pada 10 Agustus, sementara gelombang ketiga selesai pada 28 Agustus 2024, dengan total 25 WNI yang telah dievakuasi pada periode tersebut.
“Kami memulai evakuasi sejak 10 Agustus hingga akhir Agustus, dan sebanyak 25 WNI berhasil kami bawa pulang ke Indonesia," ujar Retno, dikutip Jumat (11/10/2024).
Pada 27 September, situasi semakin genting setelah kematian Nasrallah, yang memicu semakin sulitnya akses penerbangan di wilayah tersebut. Sebanyak 40 WNI bersedia dievakuasi, namun keterbatasan ruang udara membuat proses evakuasi harus dilakukan melalui jalur darat.
Baca Juga: Tunjangan Perumahan DPR Dituding Pemborosan
"Kondisi penerbangan semakin sulit, airspace buka-tutup. Maka kami putuskan menggunakan jalur darat melalui rute panjang: Beirut, Damaskus, Aman, sebelum akhirnya terbang ke Jakarta," jelas Retno.
Gelombang keempat evakuasi dimulai pada 2 Oktober, di mana 20 WNI berhasil diberangkatkan dari Beirut menuju Jakarta melalui jalur darat. Keesokan harinya, pada 3 Oktober, gelombang kelima berangkat, mengevakuasi 20 WNI tambahan beserta satu warga negara asing yang merupakan pasangan WNI.
Kelompok ini tiba dengan selamat di Bandara Soekarno-Hatta pada 7 Oktober 2024. Tidak berhenti di situ, pada gelombang keenam, sebanyak 14 WNI kembali dievakuasi pada 9 Oktober. Evakuasi ini dilakukan dengan rute Beirut-Jeddah-Dubai-Jakarta, dan mereka tiba di Indonesia pada 10 Oktober 2024.
"Hingga 10 Oktober 2024, total WNI yang telah dievakuasi adalah 79 orang, ditambah satu warga negara asing yang merupakan pasangan dari WNI," ujar Retno.
Baca Juga: KSPI Minta Kenaikan Upah Minimum Naik hingga 10 Persen
Namun, menurut laporan KBRI di Beirut, masih ada 85 WNI yang berada di Lebanon. Sebagian besar dari mereka adalah WNI yang menikah dengan warga Lebanon, dan hingga kini mereka belum bersedia dievakuasi ke Indonesia.
"Sebagai catatan KBRI Beirut mendata bahwa saat ini jumlah WNI di Lebanon masih 85 orang. Mayoritas adalah WNI yang menikah dengan warga negara Lebanon dan ini belum ingin dievakuasi," ujarnya.