Kamis, 4 Juni 2026

116 WNI Bertahan di Lebanon Meski Serangan Israel Meningkat

Photo Author
Ahmad, Nawacita Post
- Rabu, 9 Oktober 2024 | 12:42 WIB
Lebanon tengah menghadapi perang dengan Israel.  (X)
Lebanon tengah menghadapi perang dengan Israel. (X)

NAWACITAPOST.COM - Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) melaporkan bahwa sebanyak 116 warga negara Indonesia (WNI) memilih untuk tetap tinggal di Lebanon, meski situasi di negara tersebut kian memburuk akibat serangan Israel terhadap kelompok Hizbullah. Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Beirut telah menetapkan status siaga satu sejak Minggu (4/8/2024) sebagai langkah antisipatif menghadapi konflik yang semakin memanas.

Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (BHI) Kemenlu, Judha Nugraha, mengungkapkan bahwa WNI yang bertahan memiliki alasan beragam. Beberapa di antaranya masih menjalani pendidikan, terikat kontrak kerja, dan ada juga yang menikah dengan warga Lebanon.

"Mereka adalah WNI yang menikah dengan warga setempat, mahasiswa yang kuliah di Lebanon, dan pekerja migran," kata Judha, Senin (7/10/2024).

Meskipun situasi di Lebanon semakin berbahaya, Kemenlu menegaskan bahwa mereka tidak memiliki kewenangan untuk memaksa WNI agar dievakuasi. Judha menekankan bahwa keputusan untuk bertahan atau meninggalkan Lebanon adalah hak individu.

Baca Juga: Jokowi Yakin Prabowo Bisa Capai Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Namun, pemerintah tetap berupaya melakukan evakuasi demi keselamatan WNI, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 37 Tahun 1999 tentang hubungan luar negeri. "Sebanyak 116 WNI yang masih tinggal di Lebanon umumnya memilih untuk tetap bertahan karena alasan pribadi, dan kami tetap menghormati pilihan tersebut," ujar Judha.

Sejak penetapan status siaga satu oleh KBRI Beirut, Kemenlu telah berhasil mengevakuasi 65 WNI dalam beberapa gelombang. Evakuasi pertama mencakup 25 WNI, sementara gelombang berikutnya mengevakuasi 40 WNI, dengan 20 WNI dievakuasi dalam penerbangan pagi dan 20 lainnya pada sore hari.

Proses evakuasi ini juga melibatkan seorang warga negara asing (WNA) yang merupakan pasangan dari salah satu WNI. "Alhamdulillah, semua WNI yang dievakuasi sudah tiba dengan selamat di Indonesia," ungkap Judha.

Proses evakuasi dilakukan melalui jalur darat dari Beirut menuju Damaskus, Suriah, dan kemudian dilanjutkan ke Amman, Yordania. Dari sana, para WNI diterbangkan ke Indonesia dan tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang. Setibanya di tanah air, seluruh WNI menjalani pemeriksaan kesehatan, yang menunjukkan bahwa mereka dalam kondisi baik.

Baca Juga: IMF Rilis Daftar Negara Terkaya 2024, Nomor Satu Bukan Amerika

Ni Luh Suanardi (44), salah satu WNI yang berhasil dievakuasi, menceritakan pengalaman mencekam yang ia rasakan selama tinggal di Beirut. Ia sering mendengar suara ledakan saat Israel menyerang Lebanon, terutama ketika Hizbullah menjadi target serangan. Salah satu momen paling menakutkan bagi Ni Luh terjadi ketika markas besar Hizbullah di Beirut diserang pada Jumat (27/9/2024).

"Saya sangat takut mendengar suara ledakan itu dan segera meminta izin kepada atasan saya untuk pulang ke Indonesia," ujarnya.

Keputusan untuk pulang akhirnya ia ambil setelah mempertimbangkan keselamatannya. Kini, Ni Luh telah kembali ke Indonesia bersama puluhan WNI lainnya yang memilih untuk meninggalkan Lebanon karena situasi yang semakin tidak aman.

Editor: Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini