NAWACITAPOST.COM– Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) turun ke jalan pada Kamis, 22 Agustus 2024, membawa 7 tuntutan dalam aksi mengawal putusan Mahkamah Konstitusi (MK) di depan gedung DPR RI. Ketua BEM UI Verrel Uziel menyampaikan bahwa DPR telah jauh menyimpang dari makna sesungguhnya sebagai representasi rakyat, yang seharusnya memperjuangkan kepentingan masyarakat, bukan segelintir elit politik.
Dalam konferensi pers sebelum keberangkatan dari kampus UI, Verrel menegaskan bahwa aksi mereka adalah respons terhadap upaya DPR yang dinilai mengabaikan putusan MK Nomor 60/PUU/XXII/2024 yang seharusnya menjadi landasan demokrasi.
"Kami datang dengan 7 tuntutan yang nantinya akan kami rilis secara resmi. Intinya, kami tetap berpegang teguh pada keputusan MK," tegas Verrel di pelataran parkir FISIP UI.
Verrel secara tegas mengkritik DPR yang menurutnya sudah kehilangan fungsinya sebagai lembaga perwakilan rakyat. “Kalau kami menilai, DPR sudah jauh dari makna perwakilan rakyat. Mereka tak lagi berpihak pada rakyat, tapi lebih pada kepentingan elite tertentu,” ujarnya.
Ia juga menyoroti rapat Badan Legislasi (Baleg) DPR yang dianggapnya hanya sekadar formalitas tanpa proses deliberasi yang mendalam. Menurut Verrel, rapat tersebut berlangsung hanya satu jam dan terlihat tidak ada upaya sungguh-sungguh dalam merancang regulasi yang akan berdampak pada 280 juta rakyat Indonesia.
“Semua serba cepat, iya iya setuju setuju, seolah-olah masa depan bangsa ini tidak penting," katanya dengan nada tegas.
Verrel juga mencurigai bahwa ada agenda tersembunyi di balik langkah-langkah yang diambil oleh DPR, terutama terkait dengan revisi Undang-Undang Pilkada. Ia menduga bahwa Presiden Joko Widodo memainkan peran besar dalam upaya mempertahankan pengaruhnya di panggung politik Indonesia, meskipun masa jabatannya akan segera berakhir.
"Tidak bisa kita nafikan bagaimana Presiden Jokowi dengan segala daya dan upaya berusaha tetap mempertahankan kekuasaannya. Dua periode memang sudah tidak bisa diubah, tapi langkah-langkah ini bisa dilihat sebagai cara dia untuk tetap menjaga kekuasaan melalui partai-partai politik dan kebijakan-kebijakan yang diambilnya saat ini," ungkap Verrel.
Baca Juga: Krisis Air di Kampung Cibeas, Warga Harapkan Pembangunan Waduk Segera Terwujud
Verrel dan BEM UI menegaskan bahwa mereka tidak akan mundur dari aksi ini sampai DPR menghormati putusan MK. "Muara dari aksi ini akan terus kami kawal bersama-sama dengan seluruh elemen masyarakat. Ini bukan sekadar perlawanan mahasiswa, tetapi perlawanan rakyat Indonesia untuk mempertahankan demokrasi dan mengembalikan kehormatan lembaga negara kita," ujar Verrel penuh semangat.
BEM UI juga menyerukan kepada seluruh mahasiswa dan elemen masyarakat untuk terus menjaga perjuangan ini hingga keputusan MK benar-benar dihormati dan dilaksanakan tanpa adanya intervensi dari pihak manapun. "Kita punya satu mimpi yang sama, yaitu mengembalikan kehormatan dan kemenangan bagi rakyat dari para pengkhianat di parlemen," tutupnya.
Dengan semangat yang menggelora, BEM UI dan berbagai elemen masyarakat siap mengawal demokrasi hingga cita-cita mereka untuk melawan intervensi politik dan pengkhianatan terhadap rakyat terwujud.