NAWACITAPOST.COM – Mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, menunjukkan keteguhan sikapnya menjelang Pilkada DKI Jakarta 2024. Hal itu disampaikan Ridwan Kami di Widya Chandra, Jakarta, Kamis (8/8/2024), yang menyatakan bahwa dia tidak merasa terintimidasi dengan kemungkinan harus berhadapan langsung dengan Anies Baswedan dalam kontestasi mendatang.
Ridwan Kamil, yang akrab disapa Kang Emil ini, dikenal karena kiprahnya dalam berbagai pemilihan, mulai dari walikota Bandung hingga gubernur Jawa Barat, mengungkapkan keyakinannya untuk menghadapi setiap tantangan di Pilkada Jakarta.
"Saya itu dulu waktu Wali Kota lawannya 8 pasang, waktu Jabar lawannya 4 pasang. Jadi berapapun lawannya saya siap," ungkapnya, dikutip Jumat (9/8/2024).
Pernyataan ini menegaskan bahwa dia merasa siap menghadapi semua calon yang akan bertarung di Pilgub DKI Jakarta, termasuk Anies Baswedan yang saat ini menjadi salah satu kandidat utama.
Baca Juga: Muhammadiyah Desak Pemerintah Revisi Kebijakan Alat Kontrasepsi untuk Remaja
Namun, Ridwan Kamil juga menyiapkan rencana alternatif jika hasil Pilkada nanti tidak berpihak kepadanya. Dia menjelaskan bahwa meskipun kalah, dia tidak akan menjadi pengangguran.
"Saya ini kan bukan pengangguran, jadi saya ini orang yang bisa bermanfaat di bidang apapun. Jualan kopi bisa, jualan skincare bisa, atau jadi dosen juga bisa," tuturnya dengan nada percaya diri.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, menyebutkan bahwa ada 40 nama tokoh yang dipertimbangkan untuk Pilgub DKI Jakarta, termasuk Ridwan Kamil.
Menurut survei yang dirilis pada 25 Juli 2024, Anies Baswedan menjadi kandidat teratas dengan 41,7% dukungan, diikuti oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dengan 27%, dan Ridwan Kamil di posisi ketiga dengan 15,4%.
Baca Juga: Intiland Catat Lonjakan Laba Bersih, Tembus Rp366,03 Miliar di Semester I-2024
Burhanuddin menambahkan bahwa meskipun banyak nama yang muncul dalam survei, hanya beberapa yang benar-benar menonjol. "Dari 40 nama ini, hanya ada tiga nama yang menonjol sementara nama lainnya hanya di bawah 2% untuk Pilkada Serentak DKI Jakarta," jelasnya.
Dengan persiapan matang dan strategi yang matang, Ridwan Kamil bertekad untuk menghadapi persaingan politik yang semakin sengit, sekaligus memastikan bahwa jika pun tidak berhasil, dia tetap memiliki opsi lain untuk melanjutkan kariernya di luar politik.