NAWACITAPOST.COM - PT Intiland Development Tbk (DILD) melaporkan penurunan signifikan pada total pendapatan mereka di semester I-2024. Berdasarkan laporan keuangan yang diakses dari laman Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), perusahaan mencatatkan pendapatan sebesar Rp 1,36 triliun.
Angka itu turun 45,4 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, yakni sebesar Rp 2,49 triliun. Pendapatan Intiland pada semester pertama tahun ini sebagian besar berasal dari penjualan, yang menyumbang Rp 948,2 miliar, dan dari pendapatan usaha sebesar Rp 415,04 miliar.
Penjualan tersebut terdiri dari beberapa segmen, yakni kawasan industri sebesar Rp 381,9 miliar, perumahan sebesar Rp 373,1 miliar, dan high rise atau bangunan bertingkat tinggi sebesar Rp 193,07 miliar.
Di sisi lain, pendapatan usaha yang mencapai Rp 415,04 miliar diperoleh dari berbagai sumber, termasuk fasilitas dengan kontribusi Rp 226,5 miliar, perkantoran Rp 119,9 miliar, kawasan industri Rp 50,6 miliar, hotel sebesar Rp 16,9 miliar, dan lainnya yang berjumlah Rp 904,8 juta.
Baca Juga: Relawan Banteng Perkasa Dorong PDIP Usung Andika Perkasa di Pilgub Jateng 2024
Meskipun mengalami penurunan pendapatan, beban pokok penjualan dan beban langsung pada periode enam bulan pertama tahun 2024 tercatat sebesar Rp 951,1 miliar, sehingga menghasilkan laba kotor sebesar Rp 412,1 miliar.
Menariknya, laba bersih Intiland justru mengalami lonjakan yang signifikan. Laba tahun berjalan tercatat sebesar Rp 413,3 miliar, dengan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp 366,03 miliar.
Peningkatan laba bersih yang mencapai 827,2 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya, di mana laba bersih hanya mencapai Rp 38,1 miliar, menjadi sorotan utama. Hal ini menunjukkan keberhasilan Intiland dalam mengelola efisiensi biaya dan strategi operasionalnya di tengah penurunan pendapatan.
Meskipun menghadapi tantangan dalam meningkatkan pendapatan, Intiland berhasil mencatatkan pertumbuhan laba yang luar biasa pada semester pertama tahun ini. Lonjakan laba bersih yang signifikan ini menunjukkan bahwa perusahaan masih mampu menghasilkan keuntungan besar meskipun berada dalam kondisi pendapatan yang lebih rendah.
Artikel Terkait
Profil Hendro Gondokusumo, Dirut Intiland Development: Raja Properti Indonesia dengan Kekayaan Rp7,39 Triliun
Mengenal Intiland Development: Mewujudkan Hunian dan Perkantoran yang Nyaman Bagi Masyarakat Indonesia
Kisah Perjalanan Ciputra Membangun Kerajaan Properti Hanya dengan Modal Rp 10 Juta
Kinerja Prapenjualan Emiten Properti Semester I/2024: CTRA Tertinggi
Nararya Ciputra Sastrawinata: Membangun Bisnis Properti dengan Prespektif Milenial