NAWACITAPOST.COM - Dunia modern telah memberi pelajaran berharga bagaimana seseorang mendapatkan informasi dan berkomunikasi secara global. Semua informasi cepat tersebar entah itu realita atau hoax, namun tahukah anda dibalik itu semua sebenarnya seorang pemilih memiliki sejumlah alasan personal dalam memberikan pilihan politik dalam sebuah kompetisi politik.
Maka alasan personal pemilih yang merupakan kecerdasan dirinya ini menjadi sesuatu yang wajib dipahami oleh semua calon. Alasannya disamping merupakan hak yang hakiki juga sebuah kemerdekaan seseorang dalam menyampaikan pilihan politiknya.
Baca Juga: Pesan Cinta Buat Calon Bupati / Wakil Bupati Nganjuk Dalam Pilkada Nganjuk 2024
Adapun beberapa faktor personal yang mempengaruhi seseorang dalam menentukan pilihan politiknya, adalah sebagai berikut:
- Kebutuhan: Setiap orang akan melihat seorang kandidat dalam ikut kompetisi dari kebutuhan dia dalam mencalonkan. Maka siapa saja akan memberikan apresiasi, urgensi seseorang mencalonkan. Dari situ juga seorang calon sudah kelihatan layak atau tidak untuk dipilih, karena secara otomatis semua ambisi yang dimiliki akan mewakili pribadi seorang calon dalam membuat citra politik yang bisa menarik simpati masyarakat.
- Persepsi Kandidat: adalah suatu proses pemahaman atau pemberian makna seseorang pada seorang kandidat terhadap apa yang ada pada dirinya. Persepsi melahirkan sebuah nilai-nilai yang menjadi pertimbangan seseorang dalam menentukan sebuah pilihan.
- Karakter Kandidat: perilaku dan sopan santun seorang calon dalam kehidupan sehari-hari akan menjadi pertimbangan. Mungkin sebagian orang menjadikan Track record buruk seorang calon akan menjadi masa lalu dan sudah ingin ganti suasana pemimpin yang baru karena karakternya sudah diketahui publik.
- Sikap Kandidat: adalah sesuatu yang dipelajari dan menentukan bagaimana individu bereaksi terhadap situasi serta menentukan apa yang dicari oleh individu dalam hidupnya. Dari sikap tersebut Pemilih akan memiliki sebuah penilaian terhadap seorang calon layak apa tidak untuk diberi dukungan.
- Kepribadian kandidat: adalah keseluruhan cara seorang kandidat bereaksi dan berinteraksi dengan individu lain. Kepribadian adalah sebuah performa seseorang berupa keramahan, keterbukaan dan ketelitian seseorang yang bisa dipahami oleh seorang pemilih, yang akan dijadikan pertimbangan dalam memberikan pilihannya.
Baca Juga: Aushaf Fajr Herdiansyah Muda dan Berintegritas
Personality atau karakter adalah kunci hidup seseorang dalam memimpin diri sendiri atau kelompok masyarakat. Maka seorang petarung pendatang baru dalam kompetisi politik hakekatnya bukan orang baru dan bukan tidak tahu cara memimpin, justru mereka yang masih original personalitynya.
Kemampuan berfikir dan bersikap calon pemimpin yang baru akan membawa semangat baru dan inovasi baru untuk membawa masyarakat yang lebih baik.
Baca Juga: Kiai Berpolitik Ada Sejak Zaman Dulu
Islam memandang perilaku Islami seorang Pemimpin dengan segala tindakan perbuatan atau ucapan yang dilakukan, semuanya dilakukan karena adanya kepercayaan kepada Tuhan dengan ajaran, kebaktian dan kewajiban-kewajiban yang harus dilakukan.
Maka saatnya memilih calon pemimpin yang memilik personality yang bagus agar selamat dari semua fitnah kekuasaan, uang dan jabatan.
Baca Juga: Benarkah Persiapan dan Modal Mencalonkan Bupati dan Wakil Bupati Mencapai Puluhan Miliar Rupiah??
Semua yang pernah memimpin kekurangannya sudah kelihatan dan akhirnya menjadi masa lalu. Maka untuk masa depan yang lebih baik, butuh seorang pemimpin yang lebih baik dan berkomitmen untuk berjuang membangun masyarakat.
Sebuah catatan sederhana untuk memberikan pencerahan bahwa memahami calon pemimpin memang harus dilakukan secara selektif agar ke depan memberi manfaat yang lebih besar.