NAWACITAPOST.COM - Kita semua tau survei yang dilakukan oleh seorang calon pasti menguntungkan orang yang memberi order atau calon. Survei memiliki kelebihan, bisa dilakukan kapan saja, dapat disesuaikan dengan kebutuhan / tujuan, menghemat waktu dan biaya. Namun taukah anda bahwa kelemahan survei adalah ketidakflesibelan dan kurang mendalam, karena survei tidak mewakili sebagian besar pendudukan yang mungkin memiliki persepsi yang berbeda.
Sebagai petarung sejati memandang survei sebagai bentuk kecemasan lawan politik karena hadirnya kompetitor yang memiliki elektabilitas yang kuat otomatis membuat mereka Down. Kecemasan politik adalah sebuah reaksi keras bahwa persaingan head to head memang membutuhkan sumber daya disamping sumber dana. Maka pahami hasil survei tidak lebih dari psiwar lawan yang mungkin grogi atau takut kalau elektabilitas semakin menurun.
Baca Juga: Pesan Cinta Buat Calon Bupati / Wakil Bupati Nganjuk Dalam Pilkada Nganjuk 2024
Kompetisi politik selalu beriringan dengan hal - hal yang menjadi pertimbangan seseorang memilih dalam pemilihan, antara lain:
- Faktor personal / individu (kebutuhan, persepsi terhadap kandidat, karakter kandidat, sikap kandidat, dan kepribadian kandidat)
- Lingkungan yang mempengaruhi kandidat / calon dan sosialisasi yang dilakukan
- Stimulus yang dilakukan kandidat
- Iklan kampanye atau sejenisnya
- Stimulus akan menjadi faktor penting dalam memberikan dukungan pada seorang calon
Baca Juga: Aushaf Fajr Herdiansyah Muda dan Berintegritas
Semua kriteria di atas menjadi indikator seseorang memilih seorang calon yang dianggap layak untuk menjadi pemimpinnya. Maka jangan pernah khawatir dengan sebuah hasil survei yang menyajikan keunggulan seorang calon, apalagi responden yang disurvei juga belum tentu merata sesuai dengan kaidah survei yang benar.
Politik itu dinamis, maka jangan pernah kaget atau heran terhadap hasil survei di awal pertandingan karena ada waktu dimana seorang calon akan menggunakan semua jurus untuk menang. Kesuksesan sebuah kompetisi adalah Menang, maka kecerdikan memainkan peran untuk menggait pemilih menjadi kunci untuk Menang apapun itu bentuknya.
Baca Juga: Kiai Berpolitik Ada Sejak Zaman Dulu
Sebuah pencerahan untuk belajar politik yang cerdas agar mendapatkan pemimpin yang baik dan amanah. Jangan silau dengan pengalaman seorang calon, karena yang baru justru akan lebih bersih dan memiliki komitmen menjadi pelayan yang baik dari pada jadi juragan.
Nganjuk, 23 Juli 2024
Penulis HM Basori M.Si
Direktur Sekolah Perubahan, Training, Research, Consulting, and Advocacy