nasional

Jababeka Lepas Aset Besar untuk Kurangi Utang

Jumat, 19 Juli 2024 | 13:52 WIB
Kawasan Jababeka. (Jababeka)

NAWACITAPOST.COM - PT Jababeka Tbk (KIJA), salah satu pemain utama di sektor kawasan industri, berencana untuk melepas aset tanah yang signifikan di Kawasan Industri Jababeka Cikarang. Langkah ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk mengurangi beban utang yang saat ini mencapai 280 juta dolar AS, atau sekitar Rp 4,4 triliun.

Direktur Utama Jababeka, Setyono Djuandi Darmono, mengungkapkan bahwa perusahaan menargetkan pendapatan sebesar 100 juta dolar AS dari penjualan aset tersebut. "Kamu mau (pendapatan) 100 juta dollar untuk bayar utang. Berarti apa? Kami perlu penjualan besar. Penjualan besar ya tadi, kami mesti jual aset," jelas Darmono, dikutip Jumat (19/7/2024).

Aset yang akan dijual mencakup lahan seluas 500 hektare di Cikarang, Jawa Barat, yang direncanakan untuk dijual dalam waktu dekat. Darmono menegaskan, pengurangan utang merupakan prioritas utama. Dengan menjual aset tersebut, utang Jababeka diperkirakan akan turun menjadi 180 juta dolar AS.

"Utang tetap harus dibayar. Kalau saya merencanankan yang 100 juta dollar AS harus dibayar, mudah-mudahan tahun ini bisa," imbuh dia.

Baca Juga: Bos Jababeka Usulkan IKN Lebih Baik Dibangun di Cikarang atau Yogyakarta, Ini Alasannya!

Saat ini, utang Jababeka terdiri dari obligasi dollar AS senilai 180 juta dolar AS dan pinjaman dari Bank Mandiri senilai 100 juta dolar AS, keduanya jatuh tempo pada 2027. Selain penjualan aset, Jababeka juga berencana untuk memperluas pengembangan di kawasan lain yang dimilikinya.

Diketahui, ekuitas perusahaan tercatat sebesar Rp 6,9 triliun pada 2023, sementara total utang perusahaan mencapai Rp 4,4 triliun. Meskipun demikian, Jababeka mencatatkan peningkatan laba bersih sebesar 577 persen pada akhir 2023, menjadi Rp 305,57 miliar, setelah mengalami kerugian sebesar Rp 64,03 miliar pada 2022.

Pada akhir 2023, Jababeka melaporkan penjualan dan pendapatan jasa sebesar Rp 3,29 triliun, naik 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Total aset terakumulasi perusahaan tercatat senilai Rp 12,94 triliun, turun sedikit 1,29 persen dari tahun lalu.

Langkah strategis ini diharapkan dapat memperbaiki kesehatan keuangan Jababeka dan mendukung pengembangan kawasan industri yang lebih luas. Dengan mengurangi utang dan memanfaatkan aset yang ada, Jababeka berusaha untuk mengembalikan stabilitas finansial dan melanjutkan pertumbuhan perusahaan.

Tags

Terkini