NAWACITAPOST.COM - PT Jababeka, Tbk (KIJA) menunjukkan komitmennya dalam memperkuat toleransi antarumat beragama dengan menghibahkan 1,2 hektare lahan kepada Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Lahan ini akan dimanfaatkan untuk membangun taman wisata religi yang akan menampung rumah ibadah dari enam agama.
Pada tahap awal, PT Jababeka, Tbk memulai pembangunan dengan mendirikan kantor Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Bekasi di kawasan Jababeka Cikarang. Acara peresmian kantor FKUB ini berlangsung pada Senin (13/5/2024) lalu, dan sekaligus menjadi momentum peletakan batu pertama untuk pembangunan rumah ibadah enam agama di taman wisata religi tersebut.
Albert Mulyono selaku Head of Township PT Grahabuana Cikarang—anak usaha PT Jababeka, Tbk—menjelaskan, Indonesia adalah salah satu negara dengan populasi terbesar di dunia, yang memiliki suku dan budaya beragam. Nantinya, kantor FKUB di Jababeka tidak hanya akan menjadi tempat sekretariat dan tempat bekerja bagi wakil-wakil majelis agama, tetapi juga tempat untuk bermusyawarah, berdialog, dan membangun kesepahaman untuk kemajuan dan kesejahteraan Kabupaten Bekasi.
"Kota Jababeka sendiri saat ini didominasi lebih dari 2.000 perusahaan nasional dan multinasional dengan suku dan budaya yang beragam, sehingga kawasan ini memiliki toleransi antar sesama masyarakat yang tinggi,” kata Albert, dikutip Selasa (2/7/2024).
Baca Juga: Citanusa Group Hadirkan Hunian Nyaman untuk Keluarga dengan Konsep Home for Family
Menurut rencana, taman wisata religi ini akan dilengkapi dengan enam rumah ibadah yang masing-masing memiliki desain khas sesuai karakteristik agama masing-masing. Kawasan ini akan terbuka untuk umum, sehingga masyarakat dan pengunjung dapat melihat keragaman dan kerukunan beragama yang ada di Kabupaten Bekasi.
"Taman wisata religi ini juga akan dilengkapi dengan teknologi digital untuk memudahkan masyarakat dan pengunjung," tutur Albert.
Keberadaan taman wisata religi ini mengukuhkan Kota Jababeka sebagai kawasan terintegrasi dengan konsep "Live, Work, Play". Albert menambahkan, agama adalah bagian penting dalam kehidupan masyarakat, khususnya di Indonesia. Taman wisata religi ini akan memenuhi kebutuhan religi masyarakat, yang termasuk dalam pilar 'Live'."
Dengan fasilitas lengkap, masyarakat di Kota Jababeka dapat melakukan berbagai aktivitas seperti bekerja, tinggal, belajar, menikmati hiburan, hingga beribadah dalam satu wilayah yang aman dan nyaman. Infrastruktur modern seperti MRT fase III Cikarang-Balaraja dan LRT Jakarta-Cikarang yang sedang dibangun akan meningkatkan aksesibilitas dan konektivitas masyarakat dari dan menuju Kota Jababeka.
Baca Juga: Meriahkan Tahun Baru Islam dan Tahun Baru Jawa, Berikut Jadwal Mubeng Beteng Malam 1 Suro
"Ini tentunya akan meningkatkan perekonomian di wilayah ini, menjadikan Kota Jababeka pilihan tepat untuk hunian nyaman ataupun investasi," tutup Albert.
Diketahui, Kota Jababeka memiliki luas 5.600 hektare dan dilengkapi dengan berbagai fasilitas bertaraf global, mulai dari area hunian, bisnis, komersial, pendidikan, kesehatan, hingga ruang terbuka hijau. Kota ini dihuni oleh masyarakat Indonesia dan ekspatriat dari berbagai negara. Saat ini, lebih dari 2.000 perusahaan nasional dan multinasional beroperasi di Jababeka, menjadikannya salah satu pusat bisnis dan industri yang signifikan di Indonesia.
Artikel Terkait
S.D. Darmono, Chairman Jababeka Group: Membangun Cikarang Menjadi Kota Industri Internasional
9 Alasan Jababeka Menjadi Pilihan Utama Investor untuk Berinvestasi
Menyemai Benih Toleransi dan Kerukunan, Berikut Jadwal Kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia
Setyono Djuandi Darmono Kembali Jadi Direktur Utama PT Jababeka Tbk
Jamin Keamanan, PT Jababeka Tbk Terapkan Sertifikasi Elektronik