NAWACITAPOST.COM - Pada awal September 2024, Indonesia akan menjadi tuan rumah bagi salah satu pemimpin agama paling berpengaruh di dunia, Paus Fransiskus. Kunjungan ini tidak hanya menjadi momen bersejarah dalam hubungan diplomatik antara Indonesia dan Vatikan, tetapi juga memiliki makna mendalam terkait kerukunan beragama yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia.
Menurut Uskup Agung Jakarta, Kardinal Ignasius Suharyo, kunjungan ini merupakan kesempatan bagi Paus Fransiskus untuk melihat secara langsung kehidupan kerukunan antar umat beragama di Indonesia. “Indonesia terkenal sebagai negara yang mayoritas penduduknya adalah Muslim, tetapi bukan negara agama,” ujar Suharyo, dikutip Senin (24/6/2024).
Indonesia, meskipun mayoritas penduduknya beragama Islam, dikenal karena toleransi dan kerukunannya. Berbeda dengan Islam di Timur Tengah, Islam di Indonesia hidup berdampingan dengan berbagai agama lain dalam suasana saling menghormati.
Suharyo mengungkapkan bahwa tokoh-tokoh Islam Indonesia sering diundang ke Vatikan untuk berbagi pengalaman tentang kerukunan beragama di Indonesia. “Penghargaan terhadap bangsa Indonesia, khususnya harmoni kerukunan hidup antar umat beragama, sangat tinggi di Vatikan,” katanya.
Baca Juga: Profil Jeffry CT: Dari Jualan di Pasar Malam, Sukses Jadi Presdir Pabrik Cat Terkenal
Kunjungan ini juga memperkuat hubungan diplomatik yang telah lama terjalin antara Indonesia dan Vatikan. Sejak masa perjuangan kemerdekaan Indonesia, Vatikan telah menunjukkan dukungannya dengan menjadi salah satu negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia pada tahun 1947.
Vatikan adalah salah satu negara yang paling awal mengakui kemerdekaan Indonesia," kata Suharyo.
Selain itu, gereja Katolik di Indonesia memainkan peran penting dalam misi global. Banyak misionaris, imam, bruder, dan suster dari Indonesia yang tersebar di berbagai penjuru dunia, menunjukkan komitmen gereja Katolik Indonesia dalam menyebarkan pesan kasih dan kedamaian. Apalagi, Kedutaan Besar Vatikan untuk Indonesia juga secara rutin melaporkan perkembangan positif gereja Katolik di Indonesia kepada Paus Fransiskus.
Dalam rangkaian perjalanan apostoliknya ke kawasan Asia Pasifik, Indonesia akan menjadi negara pertama yang dikunjungi oleh Paus Fransiskus dari tanggal 3 hingga 6 September 2024. Setelah Indonesia, Paus akan melanjutkan kunjungannya ke Papua Nugini, Timor Leste, dan Singapura. Perjalanan ini menjadi perjalanan apostolik ke-43 bagi Paus yang kini berusia 87 tahun.
Baca Juga: Capaian Gemilang Sentul City, Laba Bersih Meningkat 290 Persen
Kunjungan Paus Fransiskus ini diharapkan dapat memperkuat ikatan persaudaraan dan kerukunan antar umat beragama di Indonesia. Lebih dari sekadar kunjungan kenegaraan, kehadiran Paus Fransiskus merupakan pengakuan atas upaya bangsa Indonesia dalam memelihara harmoni di tengah keberagaman.
Sebagaimana diketahui, Paus Fransiskus dijadwalkan mengunjungi Gereja Katedral terlebih dahulu pada 4 September 2024. Kemudian, ia melanjutkan kunjungannya ke Masjid Istiqlal pada pagi hari berikutnya, yakni 5 September 2024.
Artikel Terkait
Alami Infeksi Pernapasan, Paus Fransiskus Dilarikan ke Rumah Sakit
Paus Fransiskus Kutuk Aksi Pembakaran Al Quran di Swedia
BBTNTC Bersama Pertamina Foundation Berkomitmen Jaga Hiu Paus di Habitatnya
Megawati Soekarnoputri dan Paus Fransiskus: Dialog untuk Kerukunan dan Keberagaman
Megawati Bertemu Paus Fransiskus, Puan Maharani: Perdamaian Lalu Toleransi Beragama Tetap Dijaga