Kamis, 4 Juni 2026

Meriahkan Tahun Baru Islam dan Tahun Baru Jawa, Berikut Jadwal Mubeng Beteng Malam 1 Suro

Photo Author
Ahmad, Nawacita Post
- Selasa, 2 Juli 2024 | 13:58 WIB
Hajad Kawula Dalem Mubeng Beteng.   (X)
Hajad Kawula Dalem Mubeng Beteng. (X)

NAWACITAPOST.COM – Dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1446 H dan Tahun Baru Jawa 1 Sura Je 1958, Paguyuban Abdi Dalem Keraton Yogyakarta, bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan DIY, akan menyelenggarakan acara budaya yang bersejarah dan penuh makna, yaitu Hajad Kawula Dalem Mubeng Beteng. Acara ini akan dilaksanakan pada Minggu malam, 7 Juli 2024, mulai pukul 23.00 WIB.

Perayaan dimulai dengan pembacaan Macapat setelah salat Isya, yang akan diadakan di Pelataran Kamandungan Lor (Keben). Macapat, yang merupakan salah satu bentuk puisi tradisional Jawa, akan dihadirkan sebagai bagian dari rangkaian acara untuk mengawali prosesi Mubeng Beteng.

Pembacaan Macapat ini bertujuan untuk mengawali acara dengan nuansa spiritual dan budaya yang kental. Setelah pembacaan Macapat, prosesi Mubeng Beteng akan dimulai pada pukul 23.00 WIB.

Mubeng Beteng adalah tradisi khas Keraton Yogyakarta yang melibatkan pawai mengelilingi benteng keraton. Tradisi ini merupakan simbol penghormatan kepada leluhur dan pengingat akan kekuatan serta keberagaman budaya Yogyakarta.

Baca Juga: Tren Pasar Apartemen di Jakarta, Kuartal I 2024: Pertumbuhan Pasokan dan Tren Penjualan

Prosesi ini juga melambangkan harapan untuk keamanan dan kesejahteraan masyarakat Yogyakarta di tahun yang baru. Masyarakat umum dipersilakan untuk turut serta dalam prosesi ini.

Namun, ada beberapa aturan yang harus diperhatikan agar acara berlangsung dengan tertib dan penuh penghormatan. Peserta diharapkan mengenakan busana rapi, tidak memakai celana pendek, dan berlaku tertib selama prosesi berlangsung. Diharapkan, semua peserta menjaga ketenangan dan tidak berbicara selama proses Mubeng Beteng, untuk menghormati suasana sakral dan kekhidmatan acara.

Acara Hajad Kawula Dalem Mubeng Beteng tidak hanya menjadi ajang perayaan Tahun Baru Islam dan Tahun Baru Jawa, tetapi juga merupakan wujud pelestarian budaya dan tradisi lokal. Tradisi ini menggabungkan unsur spiritual dengan kebudayaan lokal, memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk lebih memahami dan menghargai warisan budaya yang ada.

Baca Juga: Permintaan Properti Tinggi, Paramount Land Hadirkan Hampton East dengan Fasilitas Premium di Manhattan District

Hajad Kawula Dalem Mubeng Beteng adalah kesempatan emas untuk merayakan dua tahun baru sekaligus dalam suasana yang penuh makna dan kekhidmatan. Melalui partisipasi dalam acara ini, masyarakat Yogyakarta tidak hanya merayakan tahun baru, tetapi juga ikut melestarikan dan menghargai tradisi yang telah ada sejak lama.

Jangan lewatkan kesempatan untuk menjadi bagian dari perayaan budaya yang kaya dan bersejarah ini pada 7 Juli 2024 mendatang.

Editor: Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini