NAWACITAPOST.COM - Pringsewu, sebuah kota kecil di Lampung, baru-baru ini menjadi sorotan setelah seorang pria mengadakan pesta perceraiannya dengan meriah. Acara ini tidak hanya menarik perhatian warga setempat tetapi juga viral di media sosial, terutama setelah diunggah oleh akun TikTok @matirassaaa.
Kisah pesta perceraian ini pertama kali muncul di TikTok melalui unggahan video berdurasi 17 detik oleh akun @matirassaaa. Video tersebut memperlihatkan suasana pesta yang sangat mirip dengan pesta pernikahan, lengkap dengan panggung hiburan, tenda, dan meja serta kursi yang dihiasi kain.
Dalam video itu, terlihat ibu-ibu sedang bernyanyi di atas panggung, menambah kemeriahan acara. Selain itu ada pula sejumlah karangan bunga dengan berbagai tulisan.
"Happy divorce kak Rian," tulis papan bunga itu.
Menurut Verda Septiana, yang akrab disapa Vee, teman dari pria yang mengadakan pesta tersebut, acara ini digelar pada 14 Juli 2024. Vee mengaku bahwa ini adalah kali pertama ia menghadiri pesta perayaan perceraian.
Baca Juga: Negara Ini Hadapi Krisis Pencurian Kendaraan, Seminggu 200 Mobil Hilang!
"Kurang tahu jelasnya kenapa (mengadakan acara heboh). Nikah juga mewah dan cerai mewah juga," kata Verda, dikutip Selasa (16/7/2024).
Respon Warganet
Video yang viral tersebut juga diposting ulang oleh akun Instagram Lampung Geh!. Respon warganet sangat beragam, mulai dari yang menganggapnya lucu hingga yang merasa penasaran dengan alasannya.
Beberapa komentar yang menarik antara lain:
"Menyala bang rian, jadi viral kan," tulis seorang warganet.
"Apa nathaliee, akhirnya rian menyadarinya," tulis lainnya.
"Jadi jatohnya nikah ngundang, cerai ngundang, kira-kira kalau cerai amplop berapa ya," timpal yang lain.
"Seberapa sakit luka yang diberikan sampai sebahagia itu bercerai," komentar seorang pengguna.
Baca Juga: Drama Cinta Terlarang: Berikut 5 Kisah Perselingkuhan Menantu dengan Mertua hingga Hamil
Fenomena mengadakan pesta perceraiannya bukanlah hal yang umum di Indonesia, di mana pernikahan dan perceraian biasanya dipandang dengan serius dan penuh emosi. Namun, kasus di Pringsewu ini menunjukkan bahwa masyarakat mulai bereaksi dengan cara yang berbeda terhadap perceraian, mungkin sebagai bentuk pelepasan emosional atau sebagai cara untuk merayakan awal yang baru.