nasional

Terima PMN Rp1 Triliun, DAMRI Siap Remajakan Ratusan Bus Perintis

Jumat, 12 Juli 2024 | 15:14 WIB
DAMRI siap meremajakan ratusan bus tua. (X)

NAWACITAPOST.COM - Perum DAMRI, salah satu BUMN dalam sektor transportasi Indonesia, siap melakukan peremajaan armada bus dan pengadaan bus listrik. Setelah resmi disetujui sebagai penerima Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp1 triliun untuk tahun anggaran 2025, DAMRI berencana untuk mendatangkan total 484 unit bus baru.

Corporate Secretary DAMRI, Chrystian RM Pohan, mengungkapkan bahwa dana PMN sebesar Rp1 triliun ini akan dialokasikan secara strategis untuk dua inisiatif utama. Sebanyak Rp490 miliar dari PMN akan digunakan untuk peremajaan armada bus angkutan perintis, sementara Rp510 miliar sisanya akan dialokasikan untuk pengadaan bus listrik.

"Terwujudnya peremajaan bus angkutan perintis akan membuka akses bagi masyarakat sehingga meningkatkan konektivitas di kawasan 3TP, membuka peluang pertumbuhan ekonomi, hingga pendidikan daerah melalui kemudahan pergerakan bagi manusia dan barang," kata Pohan dalam keterangan resminya, Jumat (12/7/2024).

Baca Juga: Summarecon Bekasi Siap Luncurkan New Block Crystal Boulevard Signature Commercial dengan Fasilitas Modern

Di sisi lain, pengadaan bus listrik merupakan bagian dari komitmen DAMRI untuk mendukung program pemerintah dalam mencapai Net Zero Emissions. Pohan menjelaskan, bus listrik tidak hanya mendukung upaya pemerintah dalam mengurangi emisi karbon, tetapi juga memberikan nilai tambah yang signifikan bagi DAMRI dalam mengakselerasi pemulihan kinerja.

DAMRI juga menekankan pentingnya prinsip kehati-hatian dan pemenuhan aspek compliance dalam penggunaan dana PMN ini. Dengan alokasi dana PMN yang terperinci, DAMRI akan meremajakan 384 bus diesel angkutan perintis yang usianya rata-rata lebih dari tujuh tahun, dan membeli 100 unit bus listrik beserta infrastruktur pendukungnya.

Direktur Utama DAMRI, Setia N Milatia Moemin, menambahkan bahwa bus-bus lama sering kali menghadapi masalah kualitas akibat medan berat, sehingga peremajaan ini diharapkan dapat meningkatkan layanan secara keseluruhan. "Usia armada angkutan perintis rata rata lebih dari tujuh tahun dan kualitas bus yang kurang baik karena kondisi medan atau lapangan yang lebih berat," katanya.

 

 

Tags

Terkini