nasional

Penyebab Krisis Air Bersih Melanda Gili Meno dan Gili Trawangan, Ratusan Hotel Terancam Tutup

Rabu, 26 Juni 2024 | 11:54 WIB
Gili Trawangan dilanda krisis air. (X)

NAWACITAPOST.COM - Gili Meno dan Gili Trawangan, merupakan dua destinasi wisata populer di Nusa Tengara Barat (NTB). Namun, kedua destinasi wisata itu kini menghadapi krisis air bersih yang parah.

Sejumlah hotel di kedua pulau tersebut terpaksa tutup sementara karena tidak adanya pasokan air bersih. Di Gili Trawangan, sebanyak 435 hotel terancam menolak tamu jika situasi tidak segera membaik.

Menurut Ketua Gili Hotel Association, Lalu Kusnawan, jika tidak ada keputusan terkait krisis ini, hotel-hotel di Gili Trawangan tidak punya pilihan selain menolak tamu. "Kami tidak ada pilihan, ada 435 properti di Gili Trawangan menolak tamu itu datang karena kami tidak ada lagi stok air yang bisa dipakai. Jadi (air) sudah menjadi kebutuhan dasar," kata Kusnawan, dikutip Rabu (26/6/2024).

Krisis air bersih di Gili Meno sudah berlangsung lebih dari satu bulan. Masalah ini bermula dari berhentinya operasional PT BAL, pihak ketiga penyedia air bersih di Gili Meno, akibat tersandung masalah hukum.

Baca Juga: Bangun Citra Maja Raya Jadi Kota Modern, Budiarsa Sastrawinata Bantu Pemerintah Atasi Backlog Perumahan

Sementara, situasi di Gili Trawangan memburuk sejak Sabtu (22/6/2024) ketika PT Tiara Citra Nirwana (TCN), penyedia layanan air bersih, menghentikan pasokan air. Upaya untuk mencari solusi telah dilakukan, termasuk hearing dengan DPRD Kabupaten Lombok Utara, namun hingga kini belum ada hasil yang memadai.

Krisis ini telah menyebabkan kerugian besar bagi industri pariwisata di Gili Trawangan. Menurut Asosiasi Hotel Gili, kerugian akibat krisis air bersih mencapai Rp 8,75 miliar per hari.

Jumlah ini dihitung berdasarkan rata-rata jumlah wisatawan yang datang ke Gili Trawangan, yang mencapai 2.500 orang per hari. Setiap wisatawan diperkirakan menghabiskan Rp 3,5 juta per hari untuk akomodasi. Kerugian ini belum termasuk pendapatan dari aktivitas lain seperti bersepeda, snorkeling, dan wisata lainnya.

"Sudah banyak yang menanyakan, banyak cancel, banyak yang minta refund," kata Kusnawan.

Hingga saat ini, sudah ada lima hotel di Gili Trawangan yang berhenti beroperasi sementara karena tidak adanya air bersih. Banyak tamu yang seharusnya berlibur ke Gili Trawangan terpaksa membatalkan reservasi dan meminta pengembalian dana.

Baca Juga: CitraGarden Aneka: Hunian Prestisius Berkonsep EcoCulture di Pontianak

Kusnawan menegaskan bahwa pemerintah harus cepat bersikap dan mengatasi masalah air bersih di Gili Meno dan Gili Trawangan, terutama mengingat saat ini adalah masa high season. "Harus segera disiapkan air bersih itu," tegas Kusnawan.

Sementara itu, warga dan pengusaha hotel di Gili Trawangan harus membeli air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Biaya angkut air bersih satu tongkang mencapai Rp 2,5 juta sekali angkut, membuat beban biaya operasional semakin berat.

Tags

Terkini