Jumat, 5 Juni 2026

Mensos Risma Kirim Tim untuk Bangun Instalasi Pengolahan Air Bersih Layak Minum di Desa Lermatang, Kepulauan Tanimbar

Photo Author
Tantitamara, Nawacita Post
- Rabu, 26 Juni 2024 | 11:11 WIB
Mensos Risma Kirim Tim untuk Bangun Instalasi Pengolahan Air Bersih Layak Minum di Desa Lermatang,  Kepulauan Tanimbar (Dok: Kemensos)
Mensos Risma Kirim Tim untuk Bangun Instalasi Pengolahan Air Bersih Layak Minum di Desa Lermatang, Kepulauan Tanimbar (Dok: Kemensos)

NAWACITAPOST.COM - Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini menerjunkan tim untuk membangun instalasi pengolahan air bersih layak minum di dua lokasi yaitu di dekat sumur tua dan gereja tua di Desa Lermatang, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku.

Kegiatan tersebut merupakan rangkaian acara bakti sosial yang akan diselenggarakan oleh Kementerian Sosial (Kemensos) di Kabupaten Kepulauan Tanimbar pada 26-27 Juni 2024.

Desa Lermatang adalah satu dari sekian banyak desa yang menyimpan kearifan lokal menarik terkait kejadian krisis air yang ada di sana.

Sebagian besar wilayahnya yaitu 80,94 persen atau 52.995 km persegi merupakan perairan, sedangkan wilayah daratan hanya seluas 19,06% atau 10.102 km persegi.

Baca Juga: Mensos Risma Ajak Masyarakat Berikan Peluang Pada Penyandang Disabilitas

Ironisnya, dengan luas wilayah perairan yang besar tersebut, terdapat permasalahan krisis air bersih yang terjadi di sana, tak terkecuali krisis air yang terjadi di Desa Lermatang.

Desa yang berpenduduk 1.645 jiwa ini, hampir 90 persen penduduknya mengandalkan sumber air dari "sumur tua" yang bernama "Wetutune Wempas Dalam".

 

Sumur tua ini sudah ada sejak tahun 1800-an. Namun uniknya, konon oleh masyarakat setempat dianggap sebagai sumur magis supranatural, warga di sana percaya bahwa sumur tua tersebut memiliki kekuatan magis yang harus dihormati oleh mereka, sehingga sampai saat ini masih dijaga dan dimanfaatkan sebagai sumber air bersih.

Sumur tua "Wetutune Wempas Dalam" berukuran sekitar 3 meter x 3 meter dengan kedalaman 15 meter. Memiliki air jernih dengan rasa segar yang berbeda dengan sumber air lainnya.

Baca Juga: Mensos Risma Dorong Ciptakan Ruang yang Sama Bagi Penyandang Disabilitas

"Air di sini lebih enak dibandingkan air lainnya, lebih segar," kata Lince Rumihin (52), salah seorang warga di sana.

Namun ketika kemarau tiba di bulan Okober-Desember, sumur tersebut kering dan membuat warga kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih.

"Kalau kemarau, kami antre ambil air dan harus menunggu 1 jam kalau air di sumur kering," sambung Lince.

Editor: Tantitamara

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini