nasional

Apakah Hewan Kurban Harus Jantan? Ini Panduan dari MUI

Rabu, 5 Juni 2024 | 15:41 WIB
Hewan kurban. (Pexels)

NAWACITAPOST.COM - Hari raya Idul Adha semakin dekat. Umat Islam di seluruh dunia juga tengah bersiap-siap untuk melaksanakan ibadah kurban dengan menyembelih hewan ternak seperti sapi dan kambing.

Di Indonesia, ada pertanyaan yang sering muncul terkait pemilihan hewan kurban. Apakah harus memilih hewan kurban jantan atau betina?

Di media sosial, perdebatan tentang jenis kelamin hewan kurban kerap muncul. Seperti yang diungkapkan oleh akun Twitter @fetobi*****, “Bukannya hewan kurban itu selalu jantan ya?” Akun lain, @litach*****, juga menyoroti topik ini, menyebut bahwa setiap muslim berusaha memberikan hewan kurban yang terbaik.

Namun, benarkah hewan kurban harus selalu jantan?

Ketua MUI Bidang Fatwa, Asrorun Niam Sholeh, menegaskan bahwa hewan kurban tidak harus jantan. “Umat Islam boleh memilih hewan kurban jenis apa saja, terlepas dari itu jantan atau betina. Yang penting memenuhi syarat; jenis, usia, dan kondisi fisik serta kesehatannya,” jelas Asrorun, dikutip Rabu (5/6/2024).

Baca Juga: Polsek Tualang Amankan Pelaku Pelecehan Terhadap Anak di Bawah Umur

Meskipun tidak harus jantan, banyak masyarakat memilih hewan jantan untuk berkurban. Asrorun menjelaskan bahwa hal ini karena pertimbangan fisik semata.

"Umumnya berkurban dengan yang jantan karena secara umum tampilan fisik lebih gagah dan daging lebih banyak," ujarnya.

Selain itu, memilih hewan ternak jantan juga didasari oleh pertimbangan teknis untuk mencegah kepunahan. "Yang betina diharapkan untuk ternak untuk mencegah kepunahan," tambah Asrorun.

Hewan Kurban Dianjurkan yang Mahal dan Berat

Terlepas dari jenis kelaminnya, umat Islam dianjurkan untuk berkurban dengan hewan yang berat bobotnya dan mahal harganya. Memang hewan jantan biasanya memiliki bobot dan harga yang lebih mahal dari hewan betina. Namun, tidak menutup kemungkinan ada hewan betina yang lebih besar dan mahal dari hewan jantan.

Baca Juga: Tuntut Keadilan, PDIP Desak Polda Metro dan KPK Tak Kriminalisasi Hasto

Seperti pendapat Al-'Allamah Muhammad al-'Utsaimin yang dikutip dalam buku Fikih Kurban, dianjurkan berkurban dengan hewan yang harganya mahal karena umumnya, semakin mahal harga hewan, semakin bagus kualitasnya. Hal ini juga diutarakan oleh Asy-Syaikh Shalih al-Fauzan yang menyarankan agar hewan kurban berasal dari jenis yang bagus, berharga mahal, dan tidak murah.

Menurutnya, berkurban adalah bentuk mendekatkan diri kepada Allah, sehingga sebaiknya dilakukan dengan hewan terbaik yang mampu dibeli. Dengan pemahaman ini, umat Islam diharapkan dapat lebih bijak dalam memilih hewan kurban, fokus pada kualitas dan kesehatan hewan, serta niat ikhlas untuk berkurban sebagai bentuk ibadah kepada Allah.

Halaman:

Tags

Terkini