NAWACITAPOST.COM - Rapat koordinasi untuk pembangunan berkelanjutan antar instansi pemerintah provinsi, kabupaten/kota, serta pelaku pembangunan di Sumatra Utara (Sumut) menjadi momentum penting dalam merumuskan strategi pembangunan Kepulauan Nias menuju tahun 2025. Dalam rapat tersebut, Penjabat (Pj) Gubernur Sumut, Hassanudin, menekankan empat poin kunci yang menjadi fokus utama, yakni indeks pembangunan manusia (IPM), pertumbuhan ekonomi, infrastruktur dasar, dan tata kelola pemerintahan.
Namun, respons dari tokoh Kepulauan Nias, Faigiziduhu Ndruru, menunjukkan adanya tantangan yang perlu diatasi dalam upaya membangun Kepulauan Nias ke depan. Faigiziduhu Ndruru menyatakan bahwa saat ini sulit untuk berharap pada dukungan penuh dari pemerintah karena melihat adanya kepentingan politik yang beragam di antara kepala daerah di Kepulauan Nias.
Hal ini membuatnya merasa bahwa untuk memperbaiki kondisi Kepulauan Nias, dibutuhkan inisiatif yang kuat dan kolaborasi yang lebih baik antar semua pihak terkait.
Kepulauan Nias sendiri terdiri dari empat kabupaten dan satu kota, yang masing-masing dipimpin oleh kepala daerah dengan kepentingan politik yang berbeda-beda. Faigiziduhu Ndruru melihat bahwa perbedaan ini menghambat upaya untuk menyatukan visi dalam membangun Kepulauan Nias menuju "Nias Pulau Impian".
Baca Juga: Nias Pulau Impian, Gagasan Marinus Gea untuk Kemajuan Kepulauan Nias
"Saya melihat isi kepala dari kelima kepala daerah tersebut tidaklah sama, terutama dalam membangkitkan semangat menuju Nias Pulau Impian," kata Faigiziduhu Ndruru, di Jakarta, Selasa (16/4/2024).
Faigiziduhu Ndruru berpendapat bahwa penting bagi seluruh kepala daerah dan tokoh di Kepulauan Nias untuk tidak hanya fokus pada kepentingan politik masing-masing, tetapi juga untuk membangun semangat kolaborasi dan komitmen untuk memajukan Kepulauan Nias secara keseluruhan. Hal ini diperlukan karena dalam pembangunan, jika satu daerah maju sedangkan yang lain tertinggal, hal tersebut akan berdampak negatif pada keseluruhan daerah.
"Pembangunan di sana kalau satu kabupaten maju maka kabupaten yang lain tertinggal, tetap berpengaruh negatif pada daerah yang maju," kata Faigiziduhu Ndruru.
Untuk mencapai kemajuan yang optimal, Faigiziduhu Ndruru menekankan pentingnya kerja sama antar semua daerah di Kepulauan Nias. Ini berarti tidak ada yang perlu menonjolkan diri sendiri atau meninggalkan daerah lain, melainkan semua harus bekerja sama untuk memajukan Kepulauan Nias secara menyeluruh.
Baca Juga: Faigiziduhu Ndruru Ajak Masyarakat Nias Aktif Promosi Nias Pulau Impian Melalui Media Sosial
"Mestinya bergandengan tangan untuk memajukan Kepulauan Nias dalam hal pembangunan yang strategis," kata Faigiziduhu Ndruru.
Dia juga menyoroti pentingnya pengembangan berbagai potensi wisata di Kepulauan Nias dengan pendekatan yang holistik. Misalnya, Gunungsitoli dapat difokuskan sebagai kota perdagangan yang maju untuk memenuhi kebutuhan dari empat kabupaten dan satu kota lainnya.
Sementara itu, pengembangan pariwisata dapat difokuskan pada daerah-daerah seperti Nias Selatan, Nias Utara, atau Nias Barat yang memiliki potensi wisata yang unggul.
Faigiziduhu Ndruru berharap agar semua pihak dapat berkolaborasi dalam mengembangkan Kepulauan Nias menjadi destinasi wisata yang baru dan menarik bagi wisatawan. Dengan demikian, masyarakat di setiap wilayah di Kepulauan Nias dapat merasakan manfaat dari pembangunan yang holistik dan berkelanjutan, serta memperkuat semangat untuk menuju "Nias Pulau Impian" yang diidamkan bersama.