NAWACITAPOST.COM - Penggunaan teknologi informasi, khususnya internet, di Indonesia terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Menurut data dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), pada tahun 2024 jumlah pengguna internet Indonesia mencapai 221.563.479 jiwa dari total populasi 278.696.200 jiwa penduduk Indonesia pada tahun 2023.
Dari segi gender, kontribusi penetrasi internet Indonesia didominasi oleh laki-laki sebesar 50,7% dan perempuan sebesar 49,1%. Sedangkan dari segi usia, mayoritas pengguna internet adalah Generasi Z (kelahiran 1997-2012) sebanyak 34,40%, diikuti oleh generasi milenial (kelahiran 1981-1996) sebanyak 30,62%.
Selain itu, Generasi X (kelahiran 1965-1980) menyumbang sebanyak 18,98%, Post Generasi Z (kelahiran setelah 2023) sebanyak 9,17%, baby boomers (kelahiran 1946-1964) sebanyak 6,58%, dan pre boomer (kelahiran sebelum 1945) sebanyak 0,24%.
Besarnya jumlah pengguna internet di Indonesia menjadi potensi besar bagi pengembangan pariwisata di berbagai daerah, termasuk Kepulauan Nias. Meskipun Kepulauan Nias memiliki potensi pariwisata yang besar, namun masih mengalami kendala dalam pemasarannya.
Baca Juga: Faigiziduhu Ndruru: Tidak Ada yang Salah dengan Semangat Nias Pulau Impian
Oleh karena itu, tokoh Kepulauan Nias, Faigizidihu Ndruru, mendorong para pegiat sosial dan masyarakat Nias (ono niha) untuk proaktif dalam menyukseskan semangat menuju Nias Pulau Impian. Faigizidihu Ndruru berpendapat bahwa dengan kemudahan akses media sosial, para kreator konten di media sosial dapat memainkan peran penting dalam mempromosikan potensi pariwisata Kepulauan Nias.
"Para penggiat media sosial orang Nias di manapun berada dituntut untuk bisa membantu masyarakat dengan konten-konten yang mendidik dan menginspirasi masyarakat di sana agar mereka mendapatkan pengetahuan baru," kata Faigizidihu Ndruru, Selasa (16/4/2024).
Para kreator konten di media sosial dapat menginformasikan destinasi wisata baru yang dapat diadopsi di Kepulauan Nias, serta menginformasikan keindahan dan keunggulan destinasi wisata yang sudah ada di Kepulauan Nias. Dengan begitu, masyarakat di Kepulauan Nias dapat memperoleh pengetahuan baru dan keterampilan baru dalam mengelola destinasi wisata mereka.
Faigizidihu Ndruru menambahkan, pemanfaatan media sosial berbasis internet sebagai sarana komunikasi pariwisata semakin menjadi pilihan yang fleksibel dan menguntungkan. Apalagi, banyak tempat wisata Kepulauan Nias sangat Instagramable yang tak kalah dari Bali.
Baca Juga: Nias Pulau Impian dengan Sejuta Pesona yang Mengalahkan Bali
"Media sosial menawarkan kemudahan, jangkauan luas, dan efisiensi biaya yang membuatnya menjadi salah satu alat yang efektif dalam mengonfirmasikan pariwisata," kata Faigizidihu Ndruru.
Di Indonesia, media sosial seperti Facebook, Twitter, WhatsApp, Pinterest, dan LinkedIn telah menjadi favorit di kalangan masyarakat. Namun, Instagram adalah salah satu media sosial yang tumbuh dengan cepat dan paling diminati.
Menurut laporan terbaru dari We Are Social, WhatsApp merupakan aplikasi media sosial yang paling banyak digunakan di Indonesia pada Januari 2024, diikuti oleh Instagram, Facebook, dan TikTok. Proporsi pengguna Instagram mencapai 85,3%, sementara Facebook mencapai 81,6%, dan TikTok sebesar 73,5%.
Selain itu, terdapat pengguna Telegram sebesar 61,3% dan Twitter (sekarang X) sebesar 57,5%. Ada juga pengguna Facebook Messenger, Pinterest, Kuaishou (Kwai dan Snack Video), serta LinkedIn, meskipun proporsinya lebih kecil.
Artikel Terkait
Faigiziduhu Ndruru: Semangat "Nias Pulau Impian" Bagian dari Penguatan dan Pelestarian Budaya Nusantara
Mengenal Lebih Dekat 7 Tradisi dan Adat Istiadat Masyarakat Kepulauan Nias
Kota Berusia 346 Tahun Ini Bakal Jadi Ibu Kota Baru di Kepulauan Nias
Perguruan Tinggi di Kepulauan Nias Harus Ambil Peran Aktif dalam Mewujudkan Nias Pulau Impian
Nias Pulau Impian: Mengenal 6 Tarian Khas Nias yang Menawan