nasional

Fachrul Razi : Menghina Simbol Agama Bentuk Kriminal

Kamis, 29 Oktober 2020 | 15:46 WIB
NAWACITAPOST- Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi mengkritik keras pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang dinilai telah melukai perasaan umat karena telah menghina simbol agama Islam. Kebebasan berpendapat tidak boleh melampaui batas sehingga mencederai kehormatan, kesucian, dan kesakralan nilai dan simbol agama apapun.

Fachrul mengatakan pada Kamis (29/10). Menghina simbol agama adalah tindakan kriminal. Pelakunya, harus bertanggung jawab atas perbuatannya, dan ditindak sesuai ketentuan hukum.

Dia mendukung sikap Kementerian Luar Negeri RI yang memanggil Duta Besar Perancis. Ia juga mendukung Kemlu menyampaikan kecaman terhadap pernyataan Macron yang dinilai telah menghina Islam. "Setiap umat beragama harus menghormati simbol-simbol agama yang dianggap suci oleh pemeluk agama lain, termasuk terkait pemahaman visualisasi Nabi Muhammad," ujar Fachrul.
Baca Juga : Jalankan Sekte Seks, Keith Raniere Dijatuhi Hukuman 120 Tahun Penjara

Dia juga mengimbau umat Islam di Indonesia tidak terpancing melakukan tindakan anarkis untuk merespon pernyataan Macron. "Dalam ajaran Islam tidak membenarkan tindakan main hakim sendiri. Terlebih dengan melakukan pembunuhan. Menurutnya Islam adalah agama yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan," ucapnya.

Diketahui, Macron sempat mengeluarkan pernyataan tak melarang Charlie Hebdo untuk menerbitkan kartun Nabi Muhammad. Sebelumnya, Macron juga mengeluarkan pernyataan kontroversial lainnya pada Jumat (23/10) lalu. Ia mengatakan bahwa Islam adalah "agama yang mengalami krisis di seluruh dunia" bebernya.

Pernyataan Macron dilontarkan sebagai respons atas pemenggalan guru yang membahas karikatur Nabi di Charlie Hebdo, Samuel Paty (47), di Eragny, oleh pendatang dari Chechnya, Abdoullakh Abouyezidovitch (18). "Sekulerisme adalah pengikat persatuan Prancis. Jangan biarkan kita masuk ke dalam perangkap yang disiapkan oleh kelompok ekstremis, yang bertujuan melakukan stigmatisasi terhadap seluruh Muslim," ujar Macron.

Pernyataan kontroversial Macron itu direspons keras oleh berbagai kalangan. Bahkan, terdapat seruan boikot terhadap produk-produk Prancis dari sejumlah asosiasi dagang Timur Tengah hingga aksi demonstrasi.

 

Terkini