nasional

Di Bawah Komando Menkeu Suahasil Nazara, Suryo Utomo Kawal Teknologi dan Intelijen Keuangan Negara

Kamis, 5 November 2026 | 19:10 WIB
Momen Suryo Utomo dilantik sebagai Kepala Badan Teknologi, Informasi, dan Intelijen Keuangan, oleh Menteri Keuangan saat itu, Sri Mulyani. (Dok. Kementerian Keuangan)

NAWACITAPOST.COM — Di tengah pesatnya dinamika digital dan kompleksitas transaksi keuangan global, Kementerian Keuangan memperkuat lini strategis pertahanan ekonominya.
 
Di bawah komando Menteri Keuangan Suahasil Nazara, Badan Teknologi, Informasi, dan Intelijen Keuangan bergerak sebagai garda terdepan dalam menjaga stabilitas serta melindungi perekonomian negara melalui transformasi digital dan pemanfaatan intelijen keuangan yang mutakhir.

Operasional badan strategis tersebut kini dinakhodai oleh Suryo Utomo, seorang birokrat senior dengan rekam jejak panjang di bidang perpajakan dan keuangan negara.
 
Baca Juga: Presiden Prabowo Tunjuk Letjen Ariyo Windutomo Jadi Plt KSP Usai Listyo Sigit Ditetapkan Tersangka
 
Suryo Utomo resmi mengemban amanah sebagai Kepala Badan Teknologi, Informasi, dan Intelijen Keuangan setelah dilantik pada 23 Mei 2026. Dalam struktur kepemimpinan Kementerian Keuangan, penugasan ini berada di bawah komando langsung Menteri Keuangan Suahasil Nazara.
 
Melalui sinergi kepemimpinan ini, Suryo bertanggung jawab penuh memimpin pengembangan serta pengelolaan teknologi informasi dan komunikasi, sekaligus mengoordinasikan pengelolaan data, informasi, dan intelijen keuangan guna mendukung kualitas pengambilan kebijakan fiskal yang lebih akurat.

Langkah strategis ini mencerminkan komitmen kepemimpinan Menteri Keuangan Suahasil Nazara dalam memastikan infrastruktur data dan intelijen keuangan nasional mampu beradaptasi secara cepat terhadap ancaman kejahatan finansial modern serta mendukung transparansi birokrasi.

Rekam Jejak dan Kapasitas Akademik

Suryo Utomo bukanlah nama baru di kementerian pengelola keuangan negara. Lahir di Semarang pada 26 Maret 1969, ia membangun fondasi profesionalismenya melalui pendidikan tinggi yang solid.
 
Baca Juga: Ancaman di Ujung Kemudi: Waspadai Setir Oblak Sebelum Maut Menjemput
 
Setelah meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Diponegoro pada 1992, ia melanjutkan studi pascasarjana dan memperoleh gelar Master of Business Taxation dari University of Southern California pada 1998.
 
Komitmen akademisnya terus berlanjut hingga ia meraih gelar Doctor of Philosophy (Ph.D.) dari Universiti Kebangsaan Malaysia pada 2019. Perjalanan karier birokrasinya dimulai pada 1993 di Direktorat Jenderal Pajak (DJP).
 
Selama lebih dari tiga dekade mengabdi, ia telah menduduki berbagai posisi strategis, mulai dari Kepala Seksi PPN Industri (1998), Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Penanaman Modal Asing Tiga (2006), hingga Direktur Peraturan Perpajakan I (2010).
 
Puncak pengabdiannya di bidang perpajakan dicapai saat ia dilantik sebagai Direktur Jenderal Pajak pada 1 November 2019, sebelum akhirnya dipercaya oleh Menteri Keuangan Suahasil Nazara untuk memimpin Badan Teknologi, Informasi, dan Intelijen Keuangan.(Fifi Abdurahman)

Tags

Terkini