nasional

Benteng Fiskal RI Diguncang Eskalasi Global, Suahasil Nazara Pastikan APBN Jadi Shock Absorber

Rabu, 4 November 2026 | 20:56 WIB
Instagram.com/@menkeuri
 

NAWACITAPOST.COM — Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menyampaikan hasil asesmen resmi yang menegaskan bahwa stabilitas fiskal, moneter, dan sektor keuangan Indonesia pada triwulan III 2026 berada dalam kondisi yang tetap terjaga.

Keterangan tersebut disiarkan secara resmi melalui akun Instagram pribadi Menteri Keuangan Republik Indonesia, Suahasil Nazara, @menkeuri, pada Rabu (4/11/2026).
 
Dalam laporan asesmen tersebut, pertumbuhan ekonomi domestik yang solid serta roda intermediasi keuangan yang terus berjalan menjadi cerminan nyata dari ketahanan ekonomi nasional di tengah dinamika global.
 
Baca Juga: Nakhoda Baru Fiskal, Berikut Jejak Panjang Sudarto Mengawal Anggaran di Bawah Suahasil Nazara

Kendati demikian, gerbang bulan Oktober 2026 membawa gelombang tekanan baru yang mulai meningkat secara signifikan.
 
Peningkatan tekanan ini dipicu oleh eskalasi geopolitik internasional yang memanas, kenaikan harga energi global yang tidak menentu, arah kebijakan moneter global yang tetap ketat, serta dinamika yang bergejolak di pasar keuangan domestik.
 
Rangkaian kondisi tersebut kini menjadi titik perhatian bersama bagi seluruh anggota KSSK untuk terus mencermati setiap perkembangan sekaligus mengantisipasi potensi risiko sistemik yang mengintai.

Menghadapi berbagai tantangan eksternal yang kian kompleks tersebut, Suahasil Nazara menekankan bahwa fundamental ekonomi yang kokoh diiringi respons kebijakan yang adaptif merupakan modal krusial bagi bangsa.
 
Baca Juga: Bayang-Bayang Rp55 Miliar: Tan Kian Bantah Pengarahan Tersangka Jiwasraya dan Asabri di Depan Febrie Adriansyah
 
Di titik inilah instrumen Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang diidentifikasikan sebagai #UangKita akan terus dioptimalkan perannya sebagai shock absorber atau peredam kejut.
 
Peran strategis ini memastikan APBN tetap tangguh dalam menumbuhkan perekonomian, melindungi kesejahteraan masyarakat, namun tetap menjaga kredibilitas fiskal secara ketat.

Melangkah ke depan, koordinasi lintas otoritas dan sinergi kebijakan yang erat dipastikan akan terus diperkuat.
 
Langkah kolektif ini diarahkan secara konsisten untuk menjaga stabilitas sistem keuangan nasional, mendukung kesinambungan aktivitas ekonomi, serta memastikan bahwa setiap pertumbuhan yang diraih benar-benar memberikan manfaat nyata bagi seluruh lapisan masyarakat.(Redaksi)

Tags

Terkini