nasional

Kualitas Aset Terjaga, Bank Mandiri Kelola Pertumbuhan Kredit secara Prudent

Kamis, 22 Oktober 2026 | 16:58 WIB
Gedung Menara Mandiri (Foto: Ist)

NAWACITAPOST.COM – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk terus memperkuat pengelolaan risiko kredit guna menjaga kualitas aset di tengah dinamika perekonomian. Melalui penerapan prinsip kehati-hatian secara konsisten, perseroan berupaya menyeimbangkan ekspansi bisnis dengan ketahanan portofolio kredit agar pertumbuhan dapat berlangsung secara sehat dan berkelanjutan.

Hingga akhir Agustus 2026, penyaluran kredit Bank Mandiri secara bank only mencapai Rp1.592 triliun, meningkat 17,6% secara tahunan (year on year/YoY). Di tengah pertumbuhan tersebut, perseroan mampu mempertahankan rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) pada level 1,00%.

Bank Mandiri juga menjaga kecukupan pencadangan untuk mengantisipasi potensi kerugian kredit. Hal ini tercermin dari rasio NPL coverage yang mencapai 240,6%, menunjukkan kesiapan perseroan dalam menghadapi kemungkinan peningkatan kredit bermasalah.

Direktur Risk Management Bank Mandiri, Danis Subyantoro, mengatakan bahwa pertumbuhan kredit yang berkualitas harus ditopang oleh pengelolaan risiko yang konsisten. Upaya tersebut mencakup pengawasan kualitas kredit, pemenuhan pencadangan yang memadai, serta diversifikasi pembiayaan dengan mempertimbangkan prospek dan tingkat risiko setiap sektor usaha.

Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari penerapan prinsip kehati-hatian untuk mengendalikan konsentrasi risiko sekaligus memastikan pertumbuhan bisnis tetap sehat dalam jangka panjang.

“Kami meyakini pertumbuhan kredit yang sehat harus didukung oleh pengelolaan risiko yang konsisten melalui penguatan pemantauan kualitas kredit, kecukupan pencadangan, serta diversifikasi pembiayaan dengan mempertimbangkan prospek dan profil risiko masing-masing sektor usaha. Langkah ini menjadi bagian dari penerapan prinsip kehati-hatian untuk mengelola konsentrasi risiko dan mendukung pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan,” ujar Danis.

Sejalan dengan terjaganya kualitas aset, biaya risiko kredit atau cost of credit (CoC) Bank Mandiri juga berada pada tingkat terkendali, yakni sebesar 0,54% hingga akhir Agustus 2026. Pencapaian tersebut didukung oleh penerapan prinsip kehati-hatian, pemantauan kualitas kredit secara berkelanjutan, serta strategi mitigasi yang disesuaikan dengan karakteristik dan profil risiko portofolio.

Dalam mengantisipasi potensi penurunan kualitas kredit, Bank Mandiri turut mengoptimalkan pemanfaatan early warning system. Sistem ini digunakan untuk mendeteksi perubahan kondisi debitur dan mengidentifikasi indikasi risiko sejak dini.

Melalui deteksi awal tersebut, perseroan dapat meningkatkan intensitas pengawasan terhadap debitur yang menunjukkan potensi risiko serta menentukan langkah mitigasi yang tepat sesuai perkembangan kondisi masing-masing debitur.

Selain itu, Bank Mandiri secara berkala melaksanakan stress test untuk mengukur kemampuan portofolio kredit dalam menghadapi berbagai kemungkinan skenario ekonomi. Evaluasi ini menjadi landasan bagi perseroan untuk memetakan potensi risiko, menilai ketahanan portofolio, dan menyiapkan strategi mitigasi yang diperlukan.

Ke depan, Bank Mandiri berkomitmen untuk terus mengembangkan pengelolaan risiko yang adaptif terhadap perubahan kondisi ekonomi. Langkah tersebut diharapkan dapat mempertahankan kualitas aset, memperkuat ketahanan portofolio kredit, serta memastikan fungsi intermediasi perbankan berjalan secara optimal dan berkelanjutan.

 

Tags

Terkini