NAWACITAPOST.COM — Bank Mandiri mengukuhkan posisinya sebagai raja pelayanan publik di lingkup Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Bank berlogo pita emas ini secara impresif memboyong dua penghargaan tertinggi sekaligus dalam ajang bergengsi Danantara Indonesia CX100, mencakup piala Grand Champion dengan skor layanan tertinggi di seluruh sektor BUMN serta predikat Sector Champion untuk kategori Financial Services.
Capaian spektakuler ini menjadi bukti otentik atas konsistensi dan tranformasi masif Bank Mandiri dalam menghadirkan pengalaman bertransaksi yang berorientasi penuh pada kepuasan nasabah di setiap titik interaksi.
Berdasarkan siaran pers yang diterima redaksi pada Kamis (15/10/2026), torehan gelar juara umum ini selaras dengan semangat utama Danantara, yakni “Melayani Sepenuh Hati”.
Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Henry Panjaitan menegaskan bahwa kualitas layanan adalah pondasi utama dalam memupuk dan merawat kepercayaan masyarakat.
Oleh sebab itu, perseroan tiada henti berinovasi dalam merancang layanan yang tidak sekadar mudah diakses, tetapi juga andal, aman, dan relevan dengan dinamika kebutuhan seluruh segmen nasabah.
“Penghargaan ini menjadi apresiasi bagi seluruh Mandirian yang terus menghadirkan pengalaman terbaik bagi nasabah. Kami juga berterima kasih atas kepercayaan, masukan, dan kritik dari masyarakat yang menjadi bahan evaluasi agar nasabah dapat terus bertransaksi dengan mudah, aman, dan nyaman serta memperoleh solusi yang tepat,” ujar Henry, dalam keterangan resminya, Rabu (14/10/2026).
Henry menambahkan bahwa pengakuan di ajang Danantara CX100 ini akan menjadi penyulut semangat perseroan untuk terus memacu standar kepuasan pelanggan.
Hal tersebut merupakan perwujudan konkret dari prinsip operasional perseroan yang senantiasa mengedepankan pengalaman perbankan dengan standar tinggi: Cepat, Mudah, Aman, Nyaman, dan Menyenangkan.
Penilaian mutakhir dalam kerangka Danantara CX100 ini tergolong sangat ketat, komprehensif, dan terukur. Kualitas layanan diuji melalui tiga dimensi utama yang krusial, yaitu Ease (kemudahan), Effectiveness (keandalan), dan Emotion (kenyamanan serta rasa aman).
Ketiga dimensi ini ditakar melampaui asesmen konvensional, menggabungkan perspektif Expert & Committee Index dengan suara pelanggan (Customer Input) yang masing-masing memegang bobot seimbang 50 persen.
Digelar sepanjang kuartal II 2026, proses evaluasi independen tersebut melibatkan wawancara mendalam bersama para pakar, regulator, komunitas, hingga lembaga perbankan pembangunan multilateral (Multilateral Development Banks/MDBs).
Tak hanya itu, penilaian lapangan dilakukan secara intensif melalui pengujian mystery shopper, diskusi kelompok terarah (FGD), wawancara tatap muka, hingga survei daring.
Skala legitimate ajang ini kian terbukti dengan keterlibatan aktif lebih dari 26 juta pemilih dalam jajak pendapat publik secara nasional.
Menanggapi keberhasilan ini, Direktur Operations Bank Mandiri Timothy Utama menekankan bahwa ekspektasi publik yang terus membumbung tinggi menuntut industri perbankan untuk selalu selangkah lebih maju, adaptif, serta terintegrasi secara utuh.
Integrasi teknologi tercanggih menjadi tulang punggung bagi Bank Mandiri untuk menciptakan efisiensi proses sekaligus personalisasi layanan.
“Bagi Bank Mandiri, service yang me-Menangkan berarti memastikan setiap interaksi memberikan kemudahan dan nilai bagi nasabah. Kami terus mengembangkan kapabilitas operasional dan memanfaatkan teknologi agar layanan semakin mudah diakses, memberikan solusi terbaik, prosesnya lebih efektif, serta kebutuhan nasabah dapat ditangani dengan lebih baik, dalam menciptakan delightful experience,” kata Timothy.
Ia menepis pandangan bahwa pelayanan mutakhir hanya bersumber dari sudut pandang penyedia jasa semata, melainkan dari apa yang dirasakan langsung di lapangan oleh masyarakat pengguna layanan.
“Layanan tidak ditentukan oleh apa yang kita berikan, melainkan oleh apa yang benar-benar dialami nasabah. Untuk itu, diperlukan upaya yang dirancang dan terus disempurnakan agar dapat dieksekusi secara konsisten di seluruh bagian bank, dalam setiap proses, detail, dan interaksi," lanjut Timothy.
Keunggulan operational excellence tersebut diwujudkan secara nyata melalui berbagai inovasi saluran perbankan.
Di lini digital, nasabah dimanjakan dengan kemudahan pusat bantuan terpadu via Livin’ Call. Sementara di lini konvensional, transformasi kantor cabang terus dilakukan agar alur pelayanan menjadi jauh lebih ringkas, efisien, dan ramah pengguna.
Keandalan jaringan mesin ATM dan CRM yang tersebar luas serta kesiapan prima para personel frontliner menjadi fondasi utama dalam menghadirkan kepuasan perbankan tanpa batas.
Gelar kepemimpinan layanan dalam Danantara CX100 ini menegaskan komitmen Bank Mandiri untuk tidak berpuas diri, melainkan terus bergerak dinamis menjawab tantangan masa depan demi kepentingan nasabah dan kemajuan ekonomi nasional.
“Bagi kami, pencapaian ini merupakan bagian dari upaya bersama dalam ekosistem Danantara untuk menghadirkan layanan yang semakin baik bagi masyarakat. Kami berharap dukungan dan kepercayaan nasabah terus mengiringi langkah Bank Mandiri dalam memberikan pelayanan terbaik,” pungkas Henry.
Artikel Terkait
Sokong Pertahanan Negara, Bea Cukai Tanjung Priok Kawal Pembebasan Bea Masuk Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
Baja Benteng Garda Depan: Bea Cukai Rangkul Civitas Akademika Lawan Kejahatan Lintas Perbatasan
Menkeu Suahasil Nazara Peringatkan Bahaya Penuaan Penduduk, Desak Investasi SDM Skala Besar
Di Tengah Badai Ekonomi, Menteri Keuangan Suahasil Nazara Apresiasi Lonjakan Penerimaan Bea Cukai
Lompatan Besar Hatchback Listrik: BYD Buka Pemesanan Atto 1 Generasi Terbaru