nasional

Demo Mahasiswa 18 Agustus 2026 di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan

Selasa, 18 Agustus 2026 | 21:35 WIB
Situasi demo BEM UI pada 18 Agustus 2026 saat masih tertahan di UOB. (Threads/nurulfachiindri - egiiy)

NAWACITAPOST.COM — Suasana di jantung Ibu Kota memanas saat gelombang jas kuning memadati kawasan ikonik Jakarta Pusat. Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) menggelar aksi penyampaian aspirasi berskala besar di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI) pada Selasa, 18 Agustus 2026. Sejak pukul 13.00 WIB, lautan mahasiswa bergerak menyuarakan ketidakpuasan mereka terhadap berbagai regulasi nasional, sementara ketegangan sempat membumbung tinggi di sekitar lokasi demonstrasi akibat ancaman provokasi pihak asing.

Di balik riuhnya gemuruh orasi di Bundaran HI, BEM UI secara resmi melayangkan 8 tuntutan krusial yang ditujukan langsung kepada pemerintah:
  1. Hentikan penjajahan negara atas rakyat sendiri
  2. Hentikan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN)
  3. Wujudkan reforma agraria sejati
  4. Turunkan harga kebutuhan pokok dan BBM
  5. Evaluasi total PSN serta hentikan MBG dan KDMP
  6. Tolak pemusatan kekuasaan, pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD), dan soroti otonomi daerah
  7. Tetapkan status bencana nasional untuk daerah Sumatra dan Flores serta percepat pemulihan wilayah terdampak bencana
  8. Hentikan represifitas dan intervensi TNI-Polri dalam ruang sipil serta bubarkan YON TP.
Aksi yang berlangsung penuh tekanan ini diwarnai dinamika mencekam tepat sebelum massa aksi sepenuhnya berkumpul. Petugas kepolisian bergerak cepat menggagalkan dugaan skenario pembenturan massa setelah mengamankan puluhan orang misterius yang menyusup di sekitar lokasi.
 
Baca Juga: Profil Kombes Jerrold Kumontoy, Perwira Asal Tomohon yang Jadi Komandan Upacara Penurunan Bendera RI

Polda Metro Jaya mengonfirmasi penangkapan 21 orang yang kedapatan membawa barang-barang berbahaya mulai dari petasan, flare, hingga botol yang diduga kuat dirancang sebagai bom molotov. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengungkapkan bahwa tindakan tegas tersebut diambil demi mencegah pecahnya bentrokan berdarah antara mahasiswa dan petugas pengaman.

“Polda Metro Jaya mengamankan 21 orang yang saat ini dimintai keterangan di Ditreskrimum Polda Metro Jaya terkait membawa barang-barang yang dapat membahayakan peserta aksi dan petugas pengamanan serta masyarakat di sekitar,” ujar Budi Hermanto kepada awak media di Mapolda Metro Jaya.

Budi menambahkan, dugaan awal menunjukkan bahwa kelompok penyusup tersebut sengaja berniat memicu kekacauan di tengah jalannya penyampaian pendapat di muka umum.

“Tujuannya adalah membuat konflik antara petugas pengamanan dengan peserta yang menyampaikan pendapat di muka umum,” imbuhnya.
 
Baca Juga: Duka Kemerdekaan RI: Wali Kota Bekasi Siapkan Bantuan Kemanusiaan Korban Bencana NTT

Saat dikonfirmasi mengenai status 21 orang tersebut—Apakah mereka bagian dari mahasiswa yang menyampaikan aspirasi, Budi menegaskan bahwa hal tersebut juga turut dalam penyelidikan.

“Ini masih didalami, termasuk apakah flare, apakah petasan, apakah bom molotov, botol molotov yang akan dijadikan bom molotov, ini merupakan bagian dalam penyampaian pendapat, itu kita jawab secara bijak,” sambungnya.

Guna mengantisipasi puncaknya eskalasi massa, benteng pengamanan super ketat dikerahkan secara massif. Sebanyak 9.242 personel gabungan disiagakan penuh untuk mengawal jalannya 31 aksi unjuk rasa sekaligus 16 kegiatan masyarakat yang tersebar di wilayah Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, hingga Jakarta Timur.

“Personel yang sudah dipersiapkan 9.242 personel untuk seluruh kegiatan penyampaian aspirasi di depan publik, begitu juga dengan kegiatan-kegiatan masyarakat lainnya,” ungkap Budi.
 

Secara terperinci, struktur kekuatan pengamanan mega-aksi ini mengerahkan gabungan lintas instansi yang solid. “Ini terdiri dari Polda Metro Jaya 5.670 personel, Polres jajaran 222 personel, TNI 1.500 personel, dan BKO Mabes Polri 1.850 personel,” terangnya.

Hingga berita ini diturunkan, pengamanan ketat masih berlangsung di kawasan Bundaran HI dan sekitarnya guna memastikan seluruh rangkaian tuntutan BEM UI berjalan aman dari ancaman infiltrasi dan provokasi pihak luar.

Tags

Terkini