NAWACITAPOST.COM – Gelar akademik saja tak lagi cukup untuk menaklukkan kerasnya persaingan masa depan. Pesan menohok ini disampaikan langsung oleh Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, saat hadir sebagai keynote speaker dalam Seminar Nasional di STIE Arlindo, Kelurahan Jatirangga, Kecamatan Jatisampurna.
Di hadapan ratusan mahasiswa dan calon mahasiswa, Wali Kota Bekasi membakar semangat generasi muda lewat seminar bertajuk “Beyond the Degree: Membangun Skill, Leadership, dan Networking untuk Kesuksesan Generasi Muda”. Ia menegaskan bahwa dunia nyata menuntut lebih dari sekadar selembar ijazah. Mahasiswa didorong untuk menguasai keterampilan praktis, jiwa kepemimpinan, jaringan luas, serta adaptabilitas tinggi terhadap lompatan teknologi.
Tri mengungkapkan betapa pentingnya mengisi masa perkuliahan dengan aksi nyata. Menurutnya, lanskap dunia kerja dan dinamika sosial membutuhkan figur yang tidak hanya jago secara akademis, tetapi juga piawai berkomunikasi, berkolaborasi, memimpin, serta jeli membaca arah zaman.
Baca Juga: Hanya Dapat Telur-Kacang Hijau, Korban Bencana Padangsidimpuan Pertanyakan Ratusan Miliar Bantuan
Secara dramatis, Wali Kota Bekasi membeberkan realitas dahsyatnya kekuatan media sosial yang ia rasakan sendiri setiap hari sebagai jembatan komunikasi tanpa sekat dengan warganya.
“Setiap hari saya memantau pesan yang disampaikan masyarakat melalui media sosial. Ada yang menyampaikan melalui Instagram, TikTok, Facebook dan berbagai platform lainnya. Bahkan ada juga warga Kabupaten Bekasi yang menyampaikan laporan kepada saya karena mengira wilayah tersebut masuk Kota Bekasi,” ujar Tri.
Ia menggambarkan betapa derasnya arus informasi dan aspirasi publik yang masuk di era digital ini hingga tak terbendung.
“Kadang ketika saya selesai menghadiri kegiatan seperti ini dan masuk ke mobil, WhatsApp yang masuk sudah ribuan. Ini menunjukkan bagaimana masyarakat sekarang begitu cepat menyampaikan informasi dan aspirasi melalui teknologi,” katanya.
Oleh karena itu, Wali Kota Bekasi mewanti-wanti para mahasiswa agar tidak sekadar menjadi penonton pasif atau pengguna konsumtif di media sosial. Ia menantang generasi muda untuk memanfaatkan platform digital sebagai alat membangun personal branding, memperluas jejaring, serta menelurkan karya-karya positif.
Tak berhenti di situ, Tri Adhianto juga menyoroti gelombang Artificial Intelligence (AI) yang kian masif menerjang berbagai sektor kehidupan dan dunia kerja.
“AI harus kita pelajari. Bukan untuk menggantikan manusia, tetapi bagaimana kita bisa memanfaatkannya untuk meningkatkan kemampuan dan produktivitas. Ini akan menjadi bagian dari daya saing generasi mendatang,” jelasnya.
Wali Kota Bekasi menilai tema “Beyond the Degree” sangat krusial dan menjawab tantangan zaman. Bagi Tri, kesuksesan sejati lahir dari perpaduan antara modal akademis dengan kreativitas, leadership, jaringan, dan keberanian beradaptasi.
Mengakhiri orasinya, Tri Adhianto melontarkan pesan mendalam agar mahasiswa STIE Arlindo berani mendobrak batas dan menjadi pemenang di era digital.
“Jangan hanya menjadi pengguna teknologi. Jadilah generasi yang mampu memanfaatkan teknologi untuk menciptakan sesuatu, membangun peluang dan memberikan manfaat bagi orang lain,” pungkasnya.