NAWACITAPOST.COM - Suasana penuh kesakralan menyelimuti Gereja Oikumene St. Paulus di lingkungan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Muara Teweh. Minggu, 03 Mei 2026.
Pada hari ini, warga binaan pemasyarakatan (WBP) penganut agama Kristiani melaksanakan Sakramen Perjamuan Kudus sebagai bagian dari rangkaian ibadah rutin dan penguatan iman di dalam Lapas.
Perjamuan Kudus ini menjadi momen refleksi yang mendalam bagi para warga binaan untuk memperingati pengorbanan Kristus sekaligus memperbarui janji setia untuk hidup lebih baik.
Baca Juga: Ada Apa Kades Buncitan Ditemukan Tak Bernyawa di Balai Desa, Polisi Tunggu Hasil Otopsi
Bagi banyak warga binaan, kesempatan untuk mengikuti sakramen ini di balik jeruji besi merupakan bentuk anugerah dan dukungan moral yang sangat berarti dalam proses perubahan karakter mereka.
Kepala Lapas Kelas IIB Muara Teweh, Halasson Sinaga, menyampaikan bahwa pemberian fasilitas ibadah sakramental seperti Perjamuan Kudus adalah komitmen institusi dalam menghargai hak asasi manusia di bidang religi.
"Perjamuan Kudus adalah momen spiritual yang sangat pribadi dan mendalam bagi umat Kristiani. Kami di Lapas Muara Teweh memastikan bahwa meski raga mereka terbatas, jiwa dan iman mereka harus tetap mendapatkan nutrisi yang cukup. Ini adalah bagian dari pelayanan prima kami dalam aspek pembinaan kepribadian. Kami ingin mereka merasa dikasihi dan memiliki harapan untuk memulai hidup baru yang benar di mata Tuhan dan hukum," ujar Halasson Sinaga.
Kasi Binadik & Giatja, Agustinus Siagian, yang turut memantau jalannya kegiatan, menambahkan bahwa pembinaan kerohanian yang menyentuh sisi emosional seperti ini sangat membantu dalam menstabilkan psikologis warga binaan.
"Ibadah Perjamuan Kudus ini membawa suasana kedamaian di dalam Lapas. Kami melihat adanya ketulusan dari warga binaan untuk bertobat dan memperbaiki diri. Tugas kami di Binadik adalah memfasilitasi sarana ini agar transformasi perilaku mereka tidak hanya nampak secara fisik, tetapi benar-benar lahir dari keteguhan iman yang baru. Dengan iman yang kuat, mereka akan lebih siap menghadapi proses integrasi sosial nantinya," jelas Agustinus Siagian.
Kegiatan yang berlangsung khidmat ini tetap dijalankan dengan pengawasan ketat dari petugas pengamanan guna memastikan seluruh prosesi berjalan tertib dan lancar.
Baca Juga: Lucy Kurniasari Optimistis, Demokrat Surabaya Siap Bangkit di Pemilu 2029
Melalui kegiatan sakramental ini, Lapas Kelas IIB Muara Teweh terus menegaskan perannya sebagai wadah pemulihan hidup bagi warga binaan menuju masa depan yang penuh harapan.
(Humas Lapas Muara Teweh)