NAWACITAPOST.COM - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Muara Teweh kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pelayanan prima melalui penyediaan standar kesehatan lingkungan bagi warga binaan. Sabtu, 30 April 2026.
Bekerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Barito Utara dan Puskesmas Lanjas, Lapas Muara Teweh menggelar Inspeksi Kesehatan Lingkungan secara menyeluruh pada hari ini.
Inspeksi mendalam ini menyasar area-area vital, mulai dari dapur tempat pengolahan makanan hingga kamar hunian warga binaan. Tim ahli kesehatan melakukan pengujian teknis yang mencakup pemeriksaan kualitas udara bersih, pengukuran tingkat kelembaban udara, pemantauan gangguan, hingga pemeriksaan intensitas pencahayaan di dalam blok perumahan untuk memastikan seluruh parameter memenuhi standar kesehatan nasional.
Baca Juga: Polresta Sidoarjo Gelar Apel Sabuk Kamtibmas, Perkuat Sinergi Lintas Sektoral
Langkah audit ini diambil untuk mendeteksi dini faktor risiko lingkungan yang dapat mempengaruhi kesehatan warga binaan maupun petugas, sekaligus sebagai bagian dari upaya mewujudkan “Dapur Sehat” dan hunian yang manusiawi di dalam Lapas.
Kepala Lapas Kelas IIB Muara Teweh, Halasson Sinaga, menegaskan bahwa menjamin standar fisik lingkungan adalah hak dasar yang wajib dijamin oleh instansi.
“Kami tidak hanya ingin sekedar membina, tetapi juga memastikan bahwa tempat tinggal warga binaan sehat dan layak. Melalui kolaborasi dengan Dinkes dan Puskesmas Lanjas, kami melakukan audit ilmiah terhadap kualitas udara, cahaya, hingga kelembaban.
Baca Juga: Subuh Keliling Upaya Cegah Gangguan Kamtibmas Melalui Pendekatan Religi
Jika semua parameter ini terjaga, maka proses pelatihan akan berjalan lebih optimal karena warga binaan berada dalam kondisi fisik yang prima,” tegas Halasson Sinaga.
Senada dengan hal tersebut, Kasi Binadik & Giatja, Agustinus Siagian, menambahkan bahwa hasil inspeksi ini akan menjadi dasar evaluasi berkelanjutan bagi jajarannya.
“Pengecekan teknis seperti tingkat gangguan dan pencahayaan sangat penting untuk menjaga kenyamanan serta kesehatan mata dan pendengaran warga binaan di dalam kamar.
Kami sangat berterima kasih atas dukungan teknis dari Puskesmas Lanjas dan Dinkes Barito Utara. Ini adalah bentuk transparansi kami dalam memastikan bahwa fasilitas yang kami berikan telah sesuai dengan regulasi kesehatan lingkungan yang berlaku,” jelas Agustinus Siagian.
Hasil inspeksi ini menunjukkan dedikasi Lapas Kelas IIB Muara Teweh dalam menerapkan prinsip-prinsip pemasyarakatan yang humanis dan akuntabel. Dengan lingkungan yang bersih, asri, dan sehat, diharapkan Lapas Muara Teweh tetap menjadi institusi yang unggul dalam memberikan pelayanan publik yang berkualitas tinggi di wilayah Barito Utara.