nasional

Hindari Jebakan Agenda Asing: Himbauan Aktivis dari Budiman Sudjatmiko di Tengah Politik Indonesia

Senin, 12 Februari 2024 | 15:36 WIB
Budiman Sudjatmiko Himbau Aktivis Tidak Ikut-Ikutan Agenda Asing (Foto: dok)

NAWACITAPOST.COM - Wakil Ketua Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional (TKN) yang juga merupakan politisi dari kalangan aktivis, Budiman Sudjatmiko, mengeluarkan himbauan kepada para aktivis agar tidak terjerat dalam agenda asing yang bertujuan menghambat kemajuan bangsa Indonesia.

Pernyataan ini disampaikannya kepada wartawan di Jakarta pada tanggal 11 Februari 2024.

Menurut Budiman, belajar dari comparative politics, geopolitik, dan sejarah, kita akan memahami narasi dan plot standar yang sedang dijalankan oleh negara-negara maju saat ini.

Baca Juga: Cuma Modal Utama Kelapa dan Gula, Bisa Jadi Cemilan Yang Enak dan Gurih Cocok Untuk Hidangan Saat Lebaran, Ini Resepnya

Mereka berupaya untuk menghambat keberlanjutan pembangunan di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.

Ia mencontohkan situasi di Amerika Latin, di mana meskipun sudah puluhan tahun menikmati demokrasi liberal, namun pembangunan tidak pernah mencapai keberlanjutan.

"Setiap pemimpin di sana tidak sempat mematangkan agenda ekonomi politiknya karena selalu diganti oleh kubu lawan. Transformasi butuh satu bahkan dua generasi, tetapi terhambat oleh pergantian kepemimpinan yang terlalu cepat," jelasnya.

Baca Juga: Bersihkan Indonesia Maju: Pendukung Prabowo-Gibran Saling Bahu-Membahu Usai Kampanye Akbar di GBK

Budiman menghimbau para aktivis di Indonesia untuk tidak terjebak dalam kepentingan asing yang bisa mengganggu stabilitas dan kemajuan bangsa.

"Seringkali ini juga tidak disadari bahwa sebenarnya ada sebagian aktivis yang sedang membela kepentingan asing. Masyarakat juga kita himbau agar berhati-hati, terutama kepada agenda yang didanai oleh asing. Agenda aktivis harus mengaitkan demokrasi dengan keadilan sosial, keadilan global, dan dengan kemajuan," tambahnya.

Ia menegaskan bahwa Indonesia memiliki kesempatan untuk memiliki keberlanjutan pembangunan dengan komitmen Capres Prabowo terhadap keberlanjutan presiden Jokowi.

Baca Juga: 5 Wisata Alam di Kendal, Nomor 3 Bisa Liburan Seru Sambil Lihat Lumba-Lumba

Namun, ia juga menyatakan bahwa hal ini tengah dihalangi oleh kepentingan-kepentingan tertentu.

"Negara berkembang tidak dibolehkan memiliki pemimpin yang berani, cerdas, dan strategis sekaligus. Kita harus memanfaatkan kesempatan tahun 2024 ini untuk memiliki pemimpin yang tidak hanya berkomitmen pada keberlanjutan pembangunan, namun juga berani, cerdas, dan strategis dalam berpikir," pungkasnya.

Tags

Terkini