NAWACITAPOST.COM - Balai Pemasyarakatan Kelas II Muara Teweh, melaksanakan kegiatan pembimbingan kemandirian bagi klien pemasyarakatan, dengan fokus pada pelatihan pengolahan abon dari ikan patin. Senin, 29 September 2025.
Kegiatan ini bertujuan untuk membekali klien dengan keterampilan praktis yang dapat menjadi bekal dalam meningkatkan kemandirian ekonomi setelah kembali ke tengah masyarakat. Ikan patin dipilih karena merupakan salah satu potensi lokal yang mudah didapat di wilayah Kalimantan Tengah.
Dalam pembimbingan ini bekerja sama dengan Politeknik Muara Teweh, salah satu Pokmas Lipas, klien dibimbing mulai dari proses pengolahan bahan baku, teknik memasak, hingga cara pengemasan abon agar memiliki nilai jual lebih tinggi.
Baca Juga: Terkait Pasar Tanjungsari 77, DPRD Surabaya: Pemkot Buta dan Tuli!
“Kami berharap keterampilan ini tidak hanya bermanfaat bagi klien secara pribadi, tetapi juga mampu membuka peluang usaha mandiri di masa depan,” ujar Zuhdan Albana, salah satu Pembimbing Kemasyarakatan.
Kepala Bapas Muara Teweh menambahkan bahwa program pembimbingan kemandirian merupakan bagian dari pembinaan berkelanjutan yang diwadahi oleh Griya Abhipraya Haruan dari Bapas Muara Teweh. “Melalui pelatihan seperti ini, kami ingin memberikan alternatif solusi agar klien dapat lebih mudah beradaptasi, produktif, dan diterima kembali di masyarakat,” tegasnya.
Salah seorang klien yang mengikuti pelatihan mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan ini. “Saya senang bisa belajar membuat abon patin. Ternyata tidak sulit, dan hasilnya enak. Semoga nanti bisa saya kembangkan jadi usaha sendiri untuk menambah penghasilan keluarga,” ungkapnya dengan penuh harapan.
Dengan adanya pelatihan pengolahan abon patin ini, diharapkan klien pemasyarakatan memiliki keahlian yang aplikatif serta semangat untuk mengembangkan potensi usaha di daerahnya.
(Humas Bapas Muara Teweh)