Minggu, 19 Juli 2026

Truk Ukuran Besar Pengangkut Tanah Lalu Lalang di Jalan Raya Pebayuran, Warga Inginkan Rubah Aturan Waktu Pengurukan

Photo Author
Apen Sodikin, Nawacita Post
- Senin, 29 September 2025 | 12:50 WIB
Warga inginkan truk  pengangkut tanah tidak beroperasi di siang hari sebab rawan terjadi kecelakaan serra tidak sesuai demgan peruntukan jalan kabupaten
Warga inginkan truk pengangkut tanah tidak beroperasi di siang hari sebab rawan terjadi kecelakaan serra tidak sesuai demgan peruntukan jalan kabupaten



Bekasi, Nawacita post.com- Truk berukuran besar pengangkut tanah  terlihat hampir setiap hari lalu lalang di jalan Raya Pebayuran Kabupaten Bekasi.

Truk tanah atau lebih di kenal dengam Dumb Truck mengangkut material tanah menuju desa Karang Segar untuk menguruk sawah yang akan di jadikan akses jalan pengeboran sumur ST 002 milik Pertamina.

Masyarakat Pebayuran menanyakan perihal Standart Operating Procedure ( SOP) proses pengurukan tersebut sebab truck  pengangkut tanah beroperasi di pagi sampai sore hari dimana aktifitas warga  sedang ramai.

" Setiap hari saya lihat puluhan Dumb Truck mengangkut material tanah merah,  ukuran truk besar hampir memakan separuh lebih jalan, muatanya pun over tonase jika dilihat dari keselamatan warga ini sangat berbahaya dengan lalu lintas di pagi sampai sore hari wilayah  Pebayuran sangat ramai  dan merupakan akses vital lalu lintas," kata Hasan warga Bantatjaya Pebayuran.

Sekertaris Desa Bantarjaya  Kecamatan Pebayuran menambakan pihaknya tidak pernah diajak diskusi perihal adanya pengurukan sebagai akses jalan untuk pengeboran sumur padahal warga Bantarjaya adalah wilayah  yang terimbas langsung.

" Truknya besar hampir  setiap hari melewati jalan Pebayuran dan desa Bantarjaya mengapa tidak menggunakan truk standar sehingga warga tidak terganggu apalagi beroperasi dari pagi sampai sore sangat mengganggu warga," kata Ayi.

Hal sama di katakan oleh Forum Pemuda Bantarjaya ( FPBJ) Ali Rohman, beliau mengatakan bahwa  pembangunan harus bisa di rasakan semua pihak bukan malah mengambil hak masyarakat, masuknya mobil ukuran besar ke wilayah Pebayuran menimbulkan kecemasan bagi warga Pengguna jalan atas keselamatanya.

" Truck besar mengangkut tanah lalu lalang setiap hari dengan over tonase apa tidak ada solusi lain,misalnya menggunakan truck lebih  kecil dan lewat di malam hari," katanya.

Ali menambahkan dirinya dan beberapa tokoh masyarakat akan mengadukan hal ini ke anggota DPRD dan Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi untuk mencari solusi yang tepat.

" Kita akan sounding dengan DPRD  dan  Kadishub Kabupaten Bekasi tinggal," tambahnya.

Menanggapi hal tersebut  Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bekasi dari  Fraksi PKS Budi Muhammmad Mustafa mengatakan pihaknya akan mendatangi intansi terkait agar proses pengurukan tidak mengganggu aktifitas warga khususnya warga yang dilintasi armada Dumb Truck.

' Saya akan koordinasikan dengan dinas terkait dan saya himbau masyarakat tenang  terlebih dahulu," katanya.

Kadishub Kabupaten Bekasi R Yana Suyatna belum bisa dihubungi ketika diminta tanggapanya oleh wartawan melalui sambungan telepon.

Sebelumnya puluhan armada truk pengangkut  tanah merah tiap harinya melakukan pengurukan area persawahan  untuk akses jalan pengeboran sumur ST 002 di desa Karangsegar  Kecamatan Pebayuran.

Editor: Apen Sodikin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini