nasional

TPN Tuding Jokowi Lakukan Kampanye Terselubung

Kamis, 1 Februari 2024 | 10:10 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) (Setpres)

NAWACITAPOST.COM - Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar Pranowo-Mahfud MD menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah melakukan kampanye terselubung dalam konteks Pilpres 2024.

Pernyataan ini disampaikan oleh Juru Bicara TPN Ganjar-Mahfud, Chico Hakim, yang menilai bahwa Jokowi mengundang sejumlah pihak terkait Pilpres 2024 tanpa mengundang pihak lain, seperti Prabowo Subianto.

"Masalahnya ini kan melakukan kampanye-kampanye terselubung. Ini orang lain semua bisa lihat, tadi makan mengundang ini mengundang itu tanpa mengundang yang lain dan lain-lain," kata Chico, dikutip Kamis (1/2/2024).

Baca Juga: Mahfud MD Meminta Maaf dan Siap Mundur dari Jabatan Menko Polhukam

Menurutnya, Jokowi ingin mengukur reaksi publik terhadap kemungkinan dirinya melakukan kampanye untuk salah satu pasangan calon di Pilpres 2024.

"Mungkin ini lagi testing the water 'apakah gue (Jokowi) rugi kalau kampanye apa enggak ini ya'. Lebih ke arah situ, gimana reaksi publik," kata Chico.

Chico menilai manuver Jokowi seolah menempatkannya sebagai bagian dari Dewan Kehormatan TKN Prabowo-Gibran. Dia juga mendorong Jokowi untuk memperjelas posisinya agar bisa diawasi oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) terkait penggunaan fasilitas negara dalam berkampanye.

Baca Juga: Mundur dari Kabinet, Pengamat: Langkah Mahfud MD Patut Diteladani Capres-Cawapres Lain

Namun, TPN Ganjar-Mahfud menyatakan bahwa mereka tidak merasa dirugikan oleh kampanye terselubung Jokowi. Mereka memiliki strategi khusus untuk memenangkan Pilpres 2024.

Chico menilai bahwa polemik ini tidak akan menguntungkan ketiga pasangan calon presiden-calon wakil presiden (capres-cawapres). Menurutnya, dalam situasi ini, yang paling dirugikan adalah citra Jokowi dan warisan politiknya sendiri.

Di sisi lain, Jokowi sebelumnya telah menyatakan bahwa seorang presiden tidak dilarang untuk memihak dan berkampanye selama tetap berpedoman pada aturan kampanye dan tidak menggunakan fasilitas negara.

 

Tags

Terkini