nasional

Goyang Kabinet: Sri Mulyani Siap Mundur, Jokowi Diambang Krisis Ekonomi?

Minggu, 28 Januari 2024 | 16:38 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani. (X)

NAWACITAPOST.COM - Isu mengenai kemungkinan mundurnya Sri Mulyani dari posisi Menteri Keuangan (Menkeu) kian santer. Kabar ini mencuat setelah sejumlah pihak menyatakan bahwa Sri Mulyani mungkin merasa tidak nyaman dengan sejumlah mega proyek dan kebijakan utang pemerintah yang dijalankan.

Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira, menegaskan bahwa Sri Mulyani adalah salah satu menteri Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang paling memiliki kredibilitas di mata banyak pihak.

Namun, dia juga mengakui bahwa kepergian Sri Mulyani bisa berdampak besar terhadap kepercayaan investor dan kreditur. Dalam situasi ini, muncul pertanyaan mengenai stabilitas ekonomi dan kemampuan pemerintah dalam mendapatkan pinjaman serta kerja sama investasi baru.

Baca Juga: Totok Lusida: Perjalanan Sukses dari Kuliah hingga Jadi Pengusaha Properti Terkemuka

"Bahkan konsekuensinya akan susah mendapatkan pinjaman baru atau kerja sama investasi," kata Bhima, dikutip Sabtu (28/1/2024).

Isu ini pertama kali diungkapkan oleh ekonom senior Faisal Basri, yang menyatakan bahwa secara moral, Sri Mulyani adalah menteri yang paling siap untuk mundur.

"Secara moral, saya dengar Bu Sri Mulyani paling siap untuk mundur," kata Faisal.

Salah satu alasan yang disebutkan adalah keberpihakan Jokowi dalam kontestasi politik Pemilu 2024, khususnya terhadap pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Kekecewaan terhadap kebijakan pemerintah yang dianggap tidak netral dapat menjadi pemicu potensial untuk mundurnya sejumlah menteri.

Baca Juga: Faigiziduhu Ndruru: 10 Alasan Pilih Ganjar-Mahfud sebagai Presiden ke-8 RI

Faisal Basri mengungkapkan bahwa standar nilai yang mengganggu perasaan para menteri teknokrat adalah terlalu banyaknya intervensi dalam tugas dan fungsi mereka untuk kepentingan politik tertentu, terutama terkait dengan penggunaan anggaran negara.

Menurutnya, Presiden Jokowi terlihat ingin intensif melakukan kunjungan ke seluruh Indonesia pada tahun 2024, namun terdapat ketidaksesuaian antara alokasi anggaran dan keinginan tersebut.

"Karena setiap sen dari APBN itu harus persetujuan, nggak bisa dijumpalit-jumpalitkan begitu," kata Faisal.

Baca Juga: Cha Eun Woo Bakal Rilis Album Solo Perdana, Gaet India Eisley Jadi Model MV

Meski ada spekulasi tentang kemungkinan mundurnya Sri Mulyani, Staf Khusus Menkeu Yustinus Prastowo membantah rumor tersebut. Menurutnya, Sri Mulyani tetap menjalankan tugasnya dan menghadiri rapat-rapat internal di Istana.

Halaman:

Tags

Terkini