NAWACITAPOST.COM - Calon Wakil Presiden (Cawapres) Gibran Rakabuming Raka sekali lagi melanggar aturan yang telah ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) selama debat pemilihan presiden (pilres), pada Minggu, 21 Januari 2024.
Gibran tercatat melakukan dua pelanggaran, pertama saat memaparkan visi-misinya dan kedua saat menjawab pertanyaan dari cawapres lain.
Gibran melanggar aturan pertama, yaitu keluar dari podium yang telah disediakan oleh KPU untuk memaparkan visi-misi. Padahal, aturan KPU menyatakan bahwa capres dan cawapres tidak boleh meninggalkan podium saat berbicara.
Adapun visi-misi yang dipaparkan oleh Gibran melibatkan isu-isu penting seperti pembangunan berkelanjutan, lingkungan hidup, sumber daya alam, energi, pangan, agraria, masyarakat adat, dan desa.
Tindakan serupa sebelumnya juga sudah dilakukan Gibran pada debat pertama cawapres, 22 Desember 2023 silam.
Pelanggaran kedua yang dilakukan oleh Gibran adalah ketika ia terlihat seolah-olah memprovokasi pendukungnya untuk bersorak kencang. Hal ini juga merupakan pelanggaran yang pernah dilakukan Gibran pada debat pertama saat Anies Baswedan menyinggung tentang putusan Mahkamah Konstitusi (MK).
Baca Juga: Elektabilitas Ganjar-Mahfud Rebound, Berpeluang Menang Satu Putaran
Moderator sempat menegur Gibran saat menyinggung greenflation yang dilayangkan kepada Mahfud MD. KPU pun telah melarang cawapres untuk menggunakan singkatan atau istilah asing tanpa penjelasan sebelumnya.
Di sisi lain, calon presiden (capres) nomor urut 2, Prabowo Subianto juga tercatat melakukan pelanggaran dalam debat capres.
Prabowo memotong omongan Anies Baswedan saat debat berlangsung. Kejadian ini terjadi ketika Anies memberikan klarifikasi mengenai kepemilikan tanah Prabowo. Moderator harus mengambil alih situasi agar debat dapat berjalan dengan lancar, meminta Prabowo untuk mendengarkan pernyataan Anies.
Baca Juga: Kampanye Siti Atikoh dan Alam Ganjar Berhasil Dongkrak Elektabilitas Ganjar-Mahfud
Sementara itu, Ketua KPU RI, Hasyim Asy’ari, menyatakan bahwa keluarnya Gibran dari podium menjadi salah satu bahan evaluasi.
Ia menyampaikan, evaluasi ini akan melibatkan perwakilan dari ketiga pasangan capres-cawapres. Catatan, masukan, kritik, dan saran dari masing-masing tim paslon akan diambil sebagai masukan penting.