NAWACITAPOST.COM - Dalam debat calon wakil presiden yang dihelat KPU di JCC, Jakarta, istilah "inflasi hijau" atau greenflation menjadi sorotan.
Gibran Rakabuming Raka, cawapres nomor urut dua, melontarkannya sebagai senjata untuk menyerang Mahfud MD, cawapres nomor urut tiga.
Dalam pertanyaannya, Gibran menyatakan, "Bagaimana cara mengatasi greenflation?" kepada Mahfud.
Jawaban Mahfud yang menyebut inflasi hijau selaras dengan ekonomi hijau, memicu respons tajam dari Gibran yang heran dengan arah jawaban tersebut.
Namun, sebenarnya apa beda antara inflasi hijau (greenflation) dengan ekonomi hijau? Menurut Kamus Cambridge, greenflation diartikan sebagai "kenaikan harga akibat peralihan ke ekonomi hijau."
Ini merujuk pada kenaikan harga dan krisis tenaga kerja seiring dengan transisi ramah lingkungan.
Baca Juga: Hajatan Rakyat, Ganjar Tegaskan Komitmen satu keluarga miskin satu sarjana 'Gratis'
Gernot Warner, Ekonom Iklim dari Columbia Business School, menyebut greenflation terjadi karena perusahaan mengeluarkan anggaran lebih untuk melakukan transisi energi, mengingat biaya energi hijau masih dianggap lebih mahal.
Fenomena ini telah memicu protes di Eropa, seperti demo rompi kuning di Prancis.
Sementara itu, ekonomi hijau adalah konsep ekonomi yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan dan kesetaraan sosial masyarakat, sekaligus mengurangi risiko kerusakan lingkungan.
Baca Juga: Erick Thohir Mendampingi Prabowo & Gibran di Debat Cawapres, Ini Reaksi Warganet!
Ini mencakup penggunaan sumber daya alam secara hemat, pengurangan limbah dan polusi, serta promosi energi terbarukan.
Pemerintah Indonesia sendiri telah memasukkan konsep Green Growth dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Sosial 2020-2024, dengan fokus pada penggunaan sumber daya alam yang bertanggung jawab, pencegahan polusi, dan peningkatan kesejahteraan sosial.
Artikel Terkait
Tugas dan Wewenang PTPS Pemilu 2024: Penjelasan Lengkap Beserta Kewajibannya
Erick Thohir Mendampingi Prabowo & Gibran di Debat Cawapres, Ini Reaksi Warganet!
Hajatan Rakyat, Ganjar Tegaskan Komitmen satu keluarga miskin satu sarjana 'Gratis'
Kulakan Aspirasi, Dyah Katarina Soroti Program Pelatihan hingga janji Carikan Solusi bu Paiman warga Karah