NAWACITAPOST.COM - Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti menyampaikan rasa sesal terkait peristiwa perkelahian bersenjata yang biasa disebut "Carok" di Bangkalan, Madura, yang mengakibatkan empat nyawa melayang pada hari Jumat lalu,
Perkelahian tersebut bermula dari persoalan sepele, di mana seorang pengendara motor (korban) ditegur oleh pelaku karena mengendarai motor terlalu keras.
Pelaku menegur korban, yang kemudian memukul pelaku penegur. Dalam kejadian berikutnya, pelaku mengambil senjata di rumahnya dan bersama saudaranya mendatangi korban. Dua pelaku bersenjata celurit menyerang empat pelaku lainnya dan menyebabkan mereka tewas.
Baca Juga: Kajati Sumut Bantah Rekaman Pembicaraan Kajari Batubara Dukung Capres 02
LaNyalla menyatakan, "Menurut saya itu perkelahian bersenjata. Bukan murni Carok." Dia menjelaskan bahwa tradisi Carok, yang merupakan bagian dari tradisi Suku Madura, sekarang sudah berkurang dan umumnya terkait dengan persoalan harga diri yang serius, Minggu (14/1/2024).
Walaupun LaNyalla menilai bahwa tradisi Carok perlu direvitalisasi, dia menekankan bahwa revitalisasi tersebut harus fokus pada nilai kebudayaan.
Menurutnya, celurit khas Madura yang terkait dengan Carok dapat menjadi bagian dari warisan kebudayaan Suku Madura, serupa dengan Keris di Jawa.
Baca Juga: PDIP Surabaya All Out Kampanye Program Ganjar-Mahfud di Kampung-Kampung
"Dengan begitu nilai yang dikedepankan adalah nilai kebudayaannya. Bukan nilai aksinya. Sehingga tidak lagi dilakukan, tetapi dilestarikan nilai kebudayaannya sebagai pengetahuan, warisan budaya, dan nilai-nilai sejarah kearifan lokal yang dijadikan produk budaya," ucap Ketua MPW Pemuda Pancasila Jawa Timur ini.
"Ini juga bisa mengundang potensi wisata, sebagai sebuah pengetahuan sejarah," tambahnya.
LaNyalla memperingatkan bahwa melanjutkan tradisi Carok pada skala aksi dapat merugikan dalam jangka panjang, terutama dengan pertumbuhan masyarakat yang semakin plural dan majemuk.
Baca Juga: Hadir di Flasmob PKS, Caleg Dapil 3 Mas Rizki Optimis Raih Suara di DPRD Kota Surabaya
Dia berpendapat bahwa menjadikan tradisi Carok sebagai produk budaya dapat memberikan nilai ekonomis dan mendukung pariwisata, seperti halnya tradisi serupa di daerah lain, seperti Sigajang Laleng Lipa masyarakat Bugis-Makassar. ***