NAWACITAPOST.COM - Renungan pagi untuk menyemangati berakhir pekan ini diambil dari bacaan 1 Yohanes 2: 7-17 dan ayat berikutnya, 1 Yohanes 2:8:
"Namun, perintah baru yang kutuliskan kepada kamu, telah ternyata benar di dalam Dia dan di dalam kamu; sebab kegelapan sedang lenyap dan terang yang benar telah bercahaya."
Yang menjadi inti dalam setiap kehendak Tuhan adalah hidup dalam kebenaran. Dinyatakan bahwa seseorang yang mengikuti kehendak Tuhan akan hidup selama-lamanya (ayat 17).
Baca Juga: Bali Heboh! Konser NDX A.K.A Terhenti Gara-gara Teriakan Politik
Kita harus menyadari bahwa dunia tempat kita tinggal sekarang semakin terpengaruh oleh kejahatan: godaan kenikmatan, kemajuan teknologi, dan munculnya ajaran sesat dengan mudah menggoyahkan, menghancurkan, dan meruntuhkan iman kita.
Rasul Paulus memberi nasihat, "...perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakan waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan." (Ef. 5:15-17).
Perhatikanlah ibadah Saudara! Perhatikan pelayanan Saudara! Ibadah dan pelayanan yang dilakukan secara sembrono tidak akan mendatangkan keridhaan Tuhan.
Baca Juga: 'The Light Between Oceans', Kisah Pahit Rebutan Anak Pungut di Tahun 1918
Ibadah dan pelayanan yang berkenan kepada Tuhan adalah ketika kita mempersembahkan tubuh kita sebagai persembahan yang hidup dan kudus, serta menyerahkan tubuh kita untuk digunakan sebagai senjata kebenaran, bukan sebagai alat dosa dan kejahatan (Rm. 6:13).
Melakukan kehendak Tuhan atau berjalan dalam kebenaran-Nya berbicara tentang ketaatan. Kata 'taat' tetap terbaca sama, baik dari depan maupun belakang, yang artinya dalam segala situasi (senang atau susah, suka atau duka), kita dituntut untuk tetap taat tanpa mengenal kompromi.
Ketaatan harus menjadi gaya hidup orang percaya di akhir zaman ini! "Kabar tentang ketaatanmu telah terdengar oleh semua orang. Sebab itu aku bersukacita tentang kamu. Tetapi aku ingin supaya kamu bijaksana terhadap apa yang baik, dan bersih terhadap apa yang jahat." (Rm. 16:19).
Baca Juga: Usai Membahas Regulasi Emosi Anak dan Pilpres, Dokter Mesty Ariotedjo Viral di Medsos
Ketaatan mencerminkan kedewasaan rohani, di mana indera roh kita sudah terlatih untuk membedakan yang baik dan yang jahat (Ibr. 5:14).
Bukti kedewasaan rohani adalah kemampuan kita untuk tegas dan tidak berkompromi dengan dosa, meninggalkan gaya hidup duniawi, serta menjauhi segala bentuk kecemaran dan kejahatan.
Artikel Terkait
Alena Wu bakal hadir Meriahkan Tahun Baru Imlek di Grand Mercure Malang
Hey Pasangan Muda! Berikut Rekomendasi Destinasi Honeymoon Terbaik di Indonesia
Usai Membahas Regulasi Emosi Anak dan Pilpres, Dokter Mesty Ariotedjo Viral di Medsos
'The Light Between Oceans', Kisah Pahit Rebutan Anak Pungut di Tahun 1918
Lucinta Luna Buka Suara Soal Keinginan Bertobat dan Kembali ke Kodratnya sebagai Muhammad Fatah
Bali Heboh! Konser NDX A.K.A Terhenti Gara-gara Teriakan Politik
Sukses Merayakan Imlek 2024, Hindari 5 Pantangan Tradisi Ini!
Kalian Wajib Ngerti! Ini 20 Istilah Anak Milenial yang Lagi Tren
Doa Buka Puasa Rajab dan Keutamaannya