nasional

Pdt Anton Kogoya Ajak Masyarakat Papua Saling Mengasihi Sesama Manusia

Jumat, 12 Januari 2024 | 09:08 WIB
Pdt Anton Kogoya. (MNI)

NAWACITAPOST.COM - Mengawali tahun 2024, Pdt Anton Kogoya, seorang tokoh gereja dari Sinode Gereja Baptis di Papua, mengajak umat Kristiani untuk merenungkan dan lebih aktif mempraktekkan kasih Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam pandangannya, kasih yang sejati adalah mengasihi tanpa membeda-bedakan. "Hendaklah kasih yang kita miliki diibaratkan seperti 'kasih yang mencari', kasih yang benar-benar berasal dari Allah," ucap Pdt Kogoya, Jumat (12/1/2024).

Pdt Kogoya menegaskan bahwa kasih Tuhan adalah kasih yang memiliki inisiatif, aktif, dan merangkul seluruh umat manusia di dunia tanpa memandang warna kulit, status sosial, atau latar belakang suku.

Baca Juga: Empuk Banget Sis! Berikut Resep Tumis Daging Cah Paprika Tanpa Direbus

Dengan penuh gembira, ia mengamati keragaman suku, ras, dan budaya yang ada di Papua, dan menyebut daerah ini sebagai miniatur Indonesia.

"Di mana berbagai suku, ras, dan budaya yang berasal dari sebagian besar wilayah di Indonesia, semuanya itu ada di Papua," kata Pdt Kogoya.

Menyinggung sejarah Injil di tanah Papua, Pdt Kogoya memaparkan bahwa kabar baik yang dibawa oleh Otto dan Geisler memiliki tujuan baik, yaitu untuk membawa kedamaian dan berkat bagi semua orang. Ia menyatakan bahwa Injil tidak hanya untuk orang Kristen atau Papua, tetapi untuk semua ciptaan Tuhan.

Baca Juga: Kemenkumham Babel Harmonisasi Dua Raperda Kota Pangkalpinang, Ada Apa Saja?

"Injil yang dibawa melalui hamba-Nya Otto dan Geisler di Tanah Papua adalah kabar baik untuk membawa kedamaian dan berkat bukan hanya untuk orang Kristen, bukan hanya untuk orang Papua, tetapi bagi semua orang yang menginjakkan kaki di Tanah Papua," kata dia.

Pdt. Kogoya, yang juga merupakan penggembala Gereja Baptis Jemaat Ekklesia di Sentani, Kabupaten Jayapura, mendorong umatnya untuk menjalani tahun 2024 dengan prinsip kasih yang tercermin dalam Injil.

Ia menekankan bahwa hidup ini sementara, dan tahun ini harus dimanfaatkan untuk berjalan, berjuang, dan menikmati hasilnya bersama-sama.

Baca Juga: Forest Garden Batulayang, Rasakan Glamping Seru dengan Pesona Alam yang Mengagumkan

Dalam pesannya, tokoh gereja tersebut mengajak umat Kristiani di Papua untuk terus saling merangkul, mengatasi perbedaan agama, suku, atau apapun itu, dan menjadikannya sebagai kekuatan untuk bersatu dan bergandengan tangan.

Pdt Kogoya mengingatkan bahwa karakter Kristus harus terlihat nyata dalam perilaku kehidupan umat-Nya, terutama di tengah mayoritas umat Kristen di Papua.

Halaman:

Tags

Terkini