nasional

Usulkan Ahok, Alifurrahman: Menteri Agama Tak Harus Ulama, Tapi Harus Paham Manajemen  

Selasa, 10 Juni 2025 | 10:18 WIB
Kementerian Agama dinilai gagal menyelenggarakan ibadah haji. (Instagram)

 

NAWACITAPOST.COM - Alifurrahman, seorang pegiat media sosial sekaligus Direktur di PT Seword Media Utama atau yang lebih dikenal dengan kanal Seword TV, kembali menjadi sorotan publik lewat video kritisnya tentang pelaksanaan haji oleh pemerintah Indonesia. Dalam tayangan berdurasi sekitar 16 menit itu, Alifurrahman menyampaikan pandangan yang lugas, bahkan tak segan menyebut kondisi jemaah haji Indonesia di Arab Saudi terlihat memprihatinkan.

Menurutnya, para jemaah yang seharusnya diperlakukan layak malah terkesan seperti "gembel", hanya karena tidak mendapatkan pelayanan transportasi yang memadai. Ia menyebut, "Malu kita kalau ngelihat jemaah-jamaah kita yang ratusan ribu orang itu jadi terlihat seperti gembel. Padahal mereka enggak gembel ini."

Keluhannya berakar dari ketidaktersediaan armada bus yang seharusnya menjadi fasilitas dasar untuk mobilisasi jemaah dari penginapan ke lokasi ibadah. Pandangan Alifurrahman tidak berhenti di situ. Ia menyoroti kepemimpinan di Kementerian Agama yang menurutnya gagal dalam sisi manajerial.

Ia mengkritik bahwa pelaksanaan haji adalah sebuah event besar berskala internasional yang membutuhkan kemampuan kepemimpinan dan organisasi yang matang, bukan semata-mata pemahaman keagamaan. Dari situ, ia melontarkan nama-nama tokoh yang menurutnya lebih layak mengemban tanggung jawab tersebut.

Citramaja City, tempat hunian modern yang menawarkan kenyamanan, kemudahan, dan keharmonisan hidup. (Instagram)

Nama pertama yang disebut adalah Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Bagi Alifurrahman, Ahok merupakan sosok dengan kemampuan manajerial tinggi, terbukti saat menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Ia menilai, Ahok mampu menyusun solusi terlebih dahulu sebelum mengeksekusi kebijakan, seperti saat menggusur kawasan padat penduduk dan menyiapkan rusun sebagai tempat tinggal baru.

"Jadi, ya bagi saya Ahok yang paling pas gitu ya. Kalau kalian punya komentar atau pendapat yang lain silakan disampaikan," katanya.

Selain Ahok, Alifurrahman juga mengangkat nama Ignasius Jonan, mantan Menteri Perhubungan yang sukses mereformasi layanan kereta api Indonesia. Ia menilai, Jonan memiliki perhatian hingga pada hal kecil seperti sanitasi toilet kereta api, sebuah detail yang mencerminkan kepedulian terhadap pelayanan publik.

"Tapi Pak Jonan juga nonmuslim ya. Tapi faktanya adalah Pak Jonan berhasil melakukan revolusi dan kemudian membuat kereta api hari ini menjadi lebih maju," kata dia.

Baca Juga: Sinyal Jokowi Gabung PSI, Rocky Gerung: Dulu Bawa Semangat Anak Muda, Kini Jadi Milik Oligarki  

Menariknya, ia tidak mempermasalahkan latar belakang agama dari calon Menteri Agama yang ia usulkan. Bahkan ia menyebut bahwa pemimpin nonmuslim justru tidak memiliki kepentingan pribadi dalam pelaksanaan ibadah haji, sehingga dinilai bisa lebih objektif dalam mengelola acara besar tersebut.

"Enggak perlulah beriman atau sesama muslim, enggak perlu gitu. Karena pemimpin yang mengatur atau menjadi EO atau menjadi pusat dari semua permasalahan haji dari jemaah Indonesia itu kan, ya bisa saja orang yang memang nonmuslim gitu. Karena haji ini event, bukan sebatas ritual keagamaan," urainya.

Namun, untuk memberikan opsi yang lebih luas, ia juga menyebut tokoh muslim seperti Azwar Anas, mantan Bupati Banyuwangi, yang dinilai sukses membangun kota melalui ratusan event dan digitalisasi birokrasi. Ia melihat potensi Anas dalam menerapkan sistem teknologi, termasuk kemungkinan penerapan kecerdasan buatan untuk membantu koordinasi pelaksanaan haji.

Halaman:

Tags

Terkini