NAWACITAPOST.com - Pada hari Minggu (31/12) pukul 20.34 WIB, gempa bermagnitudo 4.8 mengguncang wilayah Sumedang, Jawa Barat.
Gempa tersebut meninggalkan dampak signifikan di beberapa area. Wilayah Babakan Hutip menjadi fokus utama karena 53 rumah terdampak, memaksa sekitar 200 warga dievakuasi ke lapangan terdekat.
Pemerintah Kabupaten Sumedang telah menyiagakan Posko Utama di Pos Pam Nataru dekat Alun-Alun Sumedang, termasuk posko informasi, guna memberikan bantuan dan informasi terkait penanganan pasca-gempa.
Baca Juga: Refleksi Akhir Tahun 2023, Serikat Pekerja Soroti Nilai Omnibus Law sebagai Kado Buruk
Tiga wilayah, yakni Tegalsari, Cipamengpeuk, dan Babakan Bukit, juga terdampak parah akibat gempa tersebut.
Menurut laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat, sebanyak 14 desa di wilayah Sumedang mengalami dampak gempa dengan 84 unit rumah rusak, dari rusak ringan hingga berat.
Meskipun ada korban luka-luka akibat tertimpa bangunan, namun beruntungnya tidak ada korban jiwa.
Baca Juga: Tahun Baru, Polres Blitar Kota Terapkan Rekayasa Lalu Lintas
Evakuasi juga dilakukan terhadap 331 pasien RSUD Sumedang, termasuk pasien rawat inap dan pasien IGD, yang dievakuasi ke halaman gedung serta lima tenda di jalan raya.
Sejumlah bangunan rumah sakit, termasuk gedung Paviliun, VIP, dan Sakura, mengalami retakan. Tim penanganan terus melakukan pengecekan lebih lanjut di titik lain.
Pj. Bupati Sumedang, Tuti Ruswati, memastikan situasi terkendali dan menghimbau warga untuk tetap tenang serta siap jika terjadi gempa susulan. Forkopimda juga tengah berkoordinasi dengan pengelola Tol Cisumdawu terkait keretakan dinding "Cisumdawu Twin Tunnel" Tol Cisumdawu.
Baca Juga: Viral Anies Bubble di Platform X, Ini Artinya!
"Terkait keretakan dinding “Cisumdawu Twin Tunel” Tol Cisumdawu, forkopimda masih berkoordinasi dengan CKJT selalu pengelola Tol Cisumdawu," kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, Senin (1/1/2024).
Untuk mempercepat penanganan bencana, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, bersama tim akan berkunjung ke lokasi terdampak pada Senin (1/1).