NAWACITApost.com - Gempa bumi dahsyat melanda Afghanistan, pada Sabtu (7/10/2023). Gempa berkekuatan 6,3 skala Richter itu meninggalkan jejak kematian dan kehancuran.
Gempa pertama diikuti oleh tiga gempa susulan yang kuat serta getaran dengan kekuatan yang lebih rendah. Menurut pihak berwenang, sekitar enam desa hancur dan ratusan orang terkubur di bawah reruntuhan.
Gempa utama menghantam sekitar 40 km (25 mil) barat laut Herat, ibukota provinsi Herat, kata Survei Geologi Amerika Serikat. Adapun jumlah korban, sebagaimana dilansir dari Al Jazeera menyebutkan, Juru Bicara Kementerian Bencana Janan Sayeeq mengatakan, bahwa 2.053 orang tewas, 9.240 orang terluka, dan 1.320 rumah rusak atau hancur.
"Jumlah korban tewas melonjak dari 500 orang, yang dilaporkan sebelumnya pada hari Minggu oleh Bulan Sabit Merah," tulis Al Jazeera, dikutip Senin (9/10/2023).
Lebih dari 200 korban tewas telah dibawa ke berbagai rumah sakit, kata seorang pejabat departemen kesehatan Herat. Sebagian besar dari mereka adalah wanita dan anak-anak.
Suhail Shaheen, juru bicara Taliban yang berbasis di Qatar, mengatakan banyak orang hilang dan operasi penyelamatan sedang dilakukan untuk menyelamatkan orang-orang yang terjebak di bawah reruntuhan. Menurutnya, saat ini ada beberapa kebutuhan yang mendesak, seperti tenda, obat-obatan dan makanan.
"Pada hari Minggu, orang-orang mencoba menggali korban tewas dan terluka dengan tangan mereka di Herat, memanjat bebatuan dan puing-puing. Para korban yang selamat dan korban yang wajahnya dipenuhi debu, terjebak di bawah bangunan yang telah runtuh," tulis Al Jazeera.