Baca Juga: APTISI Dorong PTS Tampil Unggul Lewat Buku Profil dan Direktori 2025/2026
Ketika Ciputra Group bersiap meluncurkan proyek baru CitraRaya, ia kembali dipercaya memimpin. Meskipun sempat mengajukan pengunduran diri dari BSD karena memegang dua jabatan penting, kepercayaan terhadap kepemimpinannya membuat pengunduran diri itu ditolak. Ia dipercaya mampu memimpin dua proyek besar dengan profesionalisme yang adil.
Krisis moneter 1997-1998 menjadi masa sulit yang turut mengguncang hampir semua sektor, termasuk properti. Ciputra Group kehilangan sahamnya di BSD, namun Budiarsa tetap diminta bertahan sebagai Presiden Direktur hingga akhirnya resmi mundur pada 2003 dan mengakhiri keterlibatannya sepenuhnya setahun kemudian. Meski demikian, ia tetap aktif di proyek lain seperti Damai Indah Golf.
Pengalaman di BSD menjadi bekal penting saat Ciputra Group mulai mengekspansi ke luar negeri. Proyek pertama adalah pengembangan kota di Hanoi, Vietnam, yang dimulai dengan undangan untuk mengembangkan hotel namun berkembang menjadi proyek skala kota. Proses perizinan yang panjang dan kompleks tak menyurutkan langkahnya. Bahkan saat krisis 1997 menghentikan seluruh aktivitas, ia tetap menjaga komunikasi dengan pemerintah setempat hingga proyek itu bisa kembali berjalan pada 2002.
Tak berhenti di Hanoi, Budiarsa juga membuka jalan ke Phnom Penh, Kamboja, lewat perkenalan dalam sebuah kongres internasional. Ia percaya bahwa negara-negara berkembang memberikan ruang untuk berkontribusi lebih besar karena masih banyak area yang bisa dikembangkan. Berbeda dengan negara maju yang sudah memiliki sistem dan pemain mapan, di negara-negara seperti Vietnam dan Kamboja, Ciputra Group mampu menawarkan nilai lebih.
Baca Juga: 5 Tuntutan Demo Ojol: Dari Potongan Hingga Skema Tarif
Bagi Budiarsa, keberhasilan bukan hanya soal pencapaian proyek atau posisi dalam struktur perusahaan. Lebih dari itu, ini adalah hasil dari kesempatan yang datang dan dimanfaatkan dengan sungguh-sungguh. Ia menyadari bahwa banyak orang lain yang lebih pintar darinya, namun kesempatan yang ia terima adalah amanah yang harus dijalankan sebaik mungkin. Di balik setiap proyek yang berdiri megah, ada perjalanan panjang, kerja keras, pembelajaran, dan ketulusan untuk memberi manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.