nasional

Lapas Muara Teweh Ikuti Secara Virtual Tasyakuran Hari Bakti Pemasyarakatan ke-61

Rabu, 30 April 2025 | 13:13 WIB
Jajaran Lapas Muara Teweh Saat Kegiatan Tasyakuran HBP Ke-61

NAWACITAPOST.COM - Dalam rangka memperingati Hari Bhakti Pemasyarakatan (HBP) ke-61 Lapas Muara Teweh ikuti kegiatan tasyakuran secara virtual melalui Zoom, terpusat bersama Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) dan diikuti oleh seluruh jajaran pemasyarakatan, forkopimda Kabupaten Barito Utara, serta mitra kerja terkait (28/04).

Acara ini menjadi puncak dari rangkaian kegiatan yang telah diselenggarakan sepanjang bulan April, sebagai wujud syukur atas perjalanan 61 tahun pemasyarakatan di Indonesia.

Perayaan dimulai dengan laporan pembukaan oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi, yang memberikan apresiasi kepada seluruh jajaran pemasyarakatan atas dedikasi dan kerja keras yang telah membangun sistem pemasyarakatan yang lebih baik, lebih transparan, dan lebih humanis.

Baca Juga: Bangun Kembali Komitmen Gereja Terhadap Darurat Perlindungan Anak

Mashudi juga merinci berbagai kegiatan yang telah berlangsung dalam rangka peringatan HBP, seperti bakti sosial, donor darah, Pekan Olahraga dan Seni Warga Binaan (PORSENAP), hingga Indonesia Prison Products and Arts Festival (IPPAFest).

Semua kegiatan ini mencerminkan komitmen pemasyarakatan untuk terus berinovasi dalam memberikan pelayanan yang lebih baik bagi warga binaan dan masyarakat.

Dalam sambutannya, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (IMIPAS), Agus Andrianto, mengungkapkan bahwa HBP adalah momen penting untuk merefleksikan perjalanan panjang pemasyarakatan di Indonesia.

Baca Juga: PT KAI Digugat Warga Gundih, Komisi C Soroti Penerbitan SHGB Ganda

Agus menegaskan, “Hari Bhakti Pemasyarakatan tidak hanya menjadi ajang evaluasi atas pencapaian yang telah diraih, tetapi juga sebagai pengingat bahwa pemasyarakatan berfokus pada rehabilitasi, reintegrasi sosial, dan pemberdayaan warga binaan. Kami terus berkomitmen untuk menjadikan pemasyarakatan yang lebih baik dan lebih berbasis pada prinsip humanisme,” ujarnya.

Hal ini sejalan dengan tujuan pemasyarakatan untuk lebih memberdayakan warga binaan agar dapat reintegrasi dengan masyarakat setelah menjalani masa hukuman.

Setelah pembukaan dan sambutan dari Menteri IMIPAS, kegiatan dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng dan kue sebagai simbol syukur atas pencapaian pemasyarakatan yang telah terwujud selama 61 tahun.

Baca Juga: Penting Diketahui! Berikut 5 Rumah Sakit Terbesar di Indonesia, Nomor Empat Sempat Ditertawakan Kolonial  

Tasyakuran ini menjadi momentum untuk mengenang perjalanan panjang pengabdian insan pemasyarakatan sekaligus memperkuat komitmen untuk terus memberikan manfaat nyata kepada masyarakat, selaras dengan tema besar HBP ke-61, yaitu “Pemasyarakatan PASTI BerManfaat untuk Masyarakat.”

(Humas Lapas Muara Teweh)

Tags

Terkini