NAWACITAPOST.COM - Saat para pemimpin dunia berkumpul memberikan penghormatan terakhir kepada Paus Fransiskus, keputusan Israel untuk tidak hadir dalam prosesi pemakaman justru mencuri perhatian.
Biasanya kehadiran dalam pemakaman seorang tokoh spiritual dunia dipandang sebagai bentuk penghormatan diplomatik dan solidaritas antarbangsa.
Dikabarkan, Israel tidak mengirimkan perwakilan resmi ke acara tersebut, sementara banyak kepala negara telah memastikan kehadiran mereka dalam prosesi perpisahan dengan pemimpin Gereja Katolik tersebut.
Keputusan Israel ini memicu kekecewaan, terutama di kalangan komunitas Katolik di Yerusalem dan Israel.
Banyak yang membandingkan ketidakhadiran ini dengan masa pemakaman Paus Yohanes Paulus II pada tahun 2005, di mana Israel justru hadir dengan delegasi tingkat tinggi, termasuk Presiden, Menteri Luar Negeri, Hakim Agung, dan Kepala Rabi.
Baca Juga: Wafatnya Paus Fransiskus, Penonton Film Conclave Meningkat Tajam 283 Persen
Ketidakterlibatan kali ini dinilai mencerminkan memburuknya hubungan diplomatik antara Israel dan Vatikan selama masa kepemimpinan Paus Fransiskus.
Kontroversi makin memanas setelah Pemerintah Israel sempat mengunggah ucapan belasungkawa di akun resmi Kementerian Luar Negeri di beberapa negara, sebelum akhirnya menghapusnya.
Salah satu pesan yang sempat tersebar berbunyi, "Beristirahatlah dalam damai, Paus Fransiskus. Semoga kenanganmu menjadi berkat."