nasional

Unik! Di Kampung Ini 5.000 Ketupat Berjajar Sepanjang Satu Kilometer  

Rabu, 9 April 2025 | 14:53 WIB
Warga Kampung Nahdlatul Ulama di Dukuh Njoso, Magetan, Jawa Timur menggelar lebaran ketupat. (X)

 

NAWACITAPOST.COM - Warga Kampung Nahdlatul Ulama di Dukuh Njoso, Desa Turi, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, menggelar tradisi unik dengan menggantung 5.000 ketupat dan lepat di depan rumah mereka. Setiap kepala keluarga menggantung 20 hingga 25 ketupat, yang jika diurutkan membentuk barisan sepanjang satu kilometer.

Suyitno, tokoh masyarakat setempat, menjelaskan bahwa tradisi Lebaran ketupat ini telah dijalankan sejak tahun 2017 dan hanya sempat berhenti selama dua tahun akibat pandemi. Setelah pandemi mereda, tradisi ini kembali digelar sejak 2021 dan terus dipertahankan hingga sekarang.

"Kalau dihitung ya lebih dari 5.000 ketupat dengan panjang sekitar 1 kilometer,” ujarnya, dikutip Rabu (9/4/2025).

Menurut Suyitno, wisata ketupat bukan sekadar perayaan kuliner, tapi juga ajang menjalin silaturahmi antarwarga. Baik warga Desa Turi maupun pendatang dari luar desa bisa menikmati sajian ketupat dan suasana kebersamaan di kampung tersebut.

Citra Maja City menawarkan berbagai kemudahan untuk memiliki rumah impian. (Citra Maja)

Ia menilai bahwa tradisi ketupat semakin dilupakan di banyak tempat, sehingga perlu dilestarikan dengan semangat keterbukaan dan keramahtamahan. Siapa pun yang datang dipersilakan menikmati ketupat sambil merasakan kehangatan kampung mereka.

Sumini, warga lainnya, juga ikut menyumbang ketupat dan lontong dengan penuh semangat. Ia mengeluarkan lebih dari Rp200.000 untuk membuat sekitar 40 ketupat, sayur lodeh, opor ayam, serta pecel sebagai pelengkap hidangan.

Ia menyebutkan bahwa ketupat disajikan lengkap dengan kerupuk dan berbagai jenis sayur sebagai bentuk sedekah kepada tamu yang hadir. Tujuannya agar tali silaturahmi antarwarga dan tamu dari luar daerah semakin erat dan terus terjalin.

"Tapi kita senang dan iklhas untuk sedekah mempererat silaturahmi,” katanya.

Ribuan warga dari berbagai daerah di sekitar Magetan ikut hadir meramaikan acara ini. Salah satunya adalah Marni, warga asal Madiun, yang datang untuk menikmati ketupat pecel dan menyaksikan langsung tradisi unik tersebut.

Baca Juga: Inilah 7 Kapal Kargo Terbesar di Dunia, Pengangkut Barang Raksasa Lintas Samudra  

Di depan rumah setiap warga, meja-meja telah disiapkan dengan sajian ketupat lengkap dengan sayur lodeh dan pecel yang bisa dinikmati siapa saja. Marni mengaku sudah dua kali datang ke Kampung NU karena terkesan dengan suasananya yang hangat dan penuh kekeluargaan.

Selain sajian makanan, acara juga dimeriahkan dengan berbagai pertunjukan seni seperti Reyog dan kesenian rebana. Pengajian juga menjadi bagian dari kegiatan wisata ketupat ini untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan dan kebersamaan.

Tags

Terkini